Khamenei: Serangan AS Tak Menggoyahkan Nuklir Iran, “Mereka Gagal Capai Tujuan”

Ayatollah Ali Khamenei dalam video resminya yang disiarkan pada Kamis (26/6). | Tangkapan Layar BBC News
Khamenei mengklaim serangan AS tak merusak nuklir Iran ketika AS mengklaim program nuklir Iran kini mundur bertahun-tahun. Iran bahkan mengancam bakal menyerang balik jika diserang lagi.

__________

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, muncul ke publik setelah sepekan bungkam, di tengah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis pagi, 26 Juni 2025, Khamenei menepis klaim bahwa serangan udara AS telah melumpuhkan fasilitas nuklir Iran. Ia menyebut serangan itu gagal mencapai tujuannya, dan tidak berdampak signifikan terhadap program nuklir negaranya.

“Serangan itu tidak menghasilkan apa pun. Mereka tidak berhasil dan tidak mencapai tujuan mereka,” kata Khamenei. 

Bacaan Lainnya

Dia juga menyebut serangan balasan Iran ke pangkalan udara AS di Qatar sebagai “pukulan telak”, dan memperingatkan bahwa serangan semacam itu bisa terulang jika Iran kembali diserang.

Pernyataan tersebut dilontarkan Khamenei di tengah klaim pemerintah AS, yang menyebut serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Fordo, Natanz, dan Isfahan telah merusak program nuklir Iran selama bertahun-tahun ke depan. 

Presiden Donald Trump bahkan menyebutnya sebagai “penghancuran total”, sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut misi itu “sukses besar”—yang membuat fasilitas pengayaan uranium Iran tidak lagi dapat digunakan.

Namun, belum ada bukti publik yang mendukung klaim AS ini. Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth juga menyebut bahwa tak ada bahwa indikasi uranium hasil pengayaan dipindahkan dari Fordo sebelum serangan. Padahal, Fordo dikenal sebagai salah satu fasilitas paling terlindung di Iran, terkubur dalam gunung dan dijaga ketat.

Kemunculan Khamenei—yang sebelumnya dilaporkan bersembunyi di lokasi rahasia—juga mengakhiri spekulasi mengenai keberadaannya sejak konflik langsung dengan Israel pecah pada 13 Juni lalu. Meski lokasi pastinya tidak diungkap, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa sang pemimpin berada di tempat yang aman.

Pos terkait