Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) di Eropa menyebut Rusia membantu langsung upaya perang Iran—termasuk melalui intelijen dan dukungan pertahanan.
Rusia disebut membantu upaya perang Iran secara langsung dan material—lebih besar dari yang diakui Washington di ruang publik. Laporan itu diungkap CBS News dalam artikel yang diperbarui pada Jumat, 28 Maret 2026.
Menurut sumber yang dikutip CBS, negara-negara Eropa menilai perang di Ukraina dan konflik Iran saling terkait, karena kerja sama militer yang makin erat antara Moskow dan Teheran.
Seorang pejabat Inggris, menurut CBS, mengatakan bahwa kerja sama pertahanan Rusia-Iran membesar dalam beberapa tahun terakhir. Dan kemajuan teknologi Iran kini terlihat dalam serangan-serangan di Timur Tengah.
Pejabat Inggris itu menyebut Iran bukan hanya mengirim drone Shahed ke Rusia untuk digunakan di medan perang Ukraina, tetapi juga mentransfer pengetahuan produksi. Transfer itu, menurut penilaian London, ikut membantu Iran menyempurnakan perang dronenya.
Namun, pejabat tersebut mengaku tidak dapat mengonfirmasi adanya pengiriman perangkat keras terbaru dari Rusia ke Iran.
Eropa Buka Suara, Washington Meredam
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot secara terbuka menyebut hubungan Rusia dan Iran sebagai “kerja sama dua arah”.
“Ada alasan untuk percaya bahwa Rusia kini mendukung upaya militer Iran, yang tampaknya diarahkan khususnya ke target-target Amerika,” kata Barrot, Kamis (27/3), seperti dikutip CBS.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengklaim negaranya memiliki “bukti tak terbantahkan” bahwa Rusia memberi Iran kemampuan intelijen sinyal dan intelijen elektronik.
Dalam unggahan media sosial yang dikutip CBS, Zelenskyy juga mengatakan satelit Rusia memotret fasilitas militer AS di Timur Tengah dan kawasan Teluk untuk kepentingan Iran, termasuk Diego Garcia, Bandara Internasional Kuwait, Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, serta lokasi di Turki dan Qatar.
Laporan CBS menyebut sejumlah sumber, termasuk seorang pejabat senior AS yang mengetahui langsung persoalan itu, sebelumnya juga mengatakan Rusia memberi Iran intelijen mengenai posisi-posisi Amerika di Timur Tengah.
Kepala diplomasi Uni Eropa, Kaja Kallas, bahkan mengatakan Rusia membantu Iran dengan intelijen untuk menargetkan warga Amerika dan mendukung penggunaan drone untuk menyerang negara tetangga serta pangkalan militer AS.
Tetapi Washington memilih nada yang lebih hati-hati.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, seusai forum G7 di Prancis, menyatakan dukungan Rusia kepada Iran tidak memengaruhi operasi militer Amerika.
“Tidak ada yang dilakukan Rusia untuk Iran yang dengan cara apa pun menghambat atau memengaruhi operasi kami atau efektivitasnya,” kata Rubio.
Ia juga menyebut mekanisme NATO untuk pembelian persenjataan pertahanan bagi Ukraina belum terdampak, meski mengakui AS bisa saja mengalihkan persenjataan di masa depan.





