Iran menyebut serangan ke kampus membuktikan perang tak hanya menyasar militer, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuduh serangan terhadap universitas di Iran sebagai bukti permusuhan pihak lawan terhadap kemajuan ilmiah negaranya.
Dalam pernyataan yang dikutip Press TV pada Sabtu, 29 Maret 2026, Baqaei menyebut serangan ke lingkungan akademik memperlihatkan bahwa target perang tidak lagi semata instalasi strategis, melainkan juga pusat riset dan pendidikan tinggi.
Baqaei mengatakan, Isfahan University of Technology dan Iran University of Science and Technology termasuk di antara kampus yang diserang. Menurut laporan Press TV, serangan ke Isfahan University of Technology terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026, sedangkan serangan ke Iran University of Science and Technology di Teheran dilaporkan terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026.

Pihak Isfahan University of Technology, seperti dikutip Press TV, menyatakan sebuah bangunan di area kampus diserang pada dini hari Kamis dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, laporan itu tidak merinci jenis bangunan yang terdampak maupun tingkat kerusakannya.
Informasi serupa juga muncul dalam laporan Al Jazeera pada 29 Maret 2026. Media itu menyebut serangan terhadap Iran University of Science and Technology terjadi sehari sebelum Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman balasan terhadap universitas yang berafiliasi dengan Amerika Serikat atau Israel di kawasan.
Pernyataan Iran lalu bergerak lebih jauh. Tidak lagi sekadar kecaman.
Baqaei menegaskan serangan ke kampus menunjukkan “permusuhan mendalam” terhadap pertumbuhan ilmu pengetahuan Iran. Ia juga menepis anggapan bahwa operasi militer tersebut semata terkait program nuklir Iran, dan menyebut alasan itu sebagai dalih untuk menutupi sasaran yang lebih luas.

Verifikasi Masih Terbatas
Sejumlah laporan media internasional juga mencatat dampak politik dari serangan itu.
Wall Street Journal melaporkan Iran kemudian mengancam akan menargetkan universitas-universitas Amerika di Timur Tengah, setelah menuding AS dan Israel menyerang Tehran University of Science and Technology. Jerusalem Post juga menulis bahwa ancaman tersebut muncul setelah serangan ke Isfahan University of Technology dan Iran University of Science and Technology.
Meski begitu, rincian kerusakan, korban, dan target teknis dari serangan ke kampus-kampus itu masih sulit diverifikasi secara independen. Sebagian besar detail sejauh ini berasal dari media pemerintah Iran, media yang dekat dengan pemerintah Iran, serta laporan media internasional yang mengutip pernyataan resmi Teheran.
Di titik itu, isu ini menjadi sensitif. Kampus bukan lagi sekadar ruang belajar, tetapi sudah masuk gelanggang perang narasi. ***





