Sejumlah negara dan pemimpin dunia menyambut positif kesepakatan damai AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut dinilai sebagai terobosan penting bagi stabilitas kawasan sekaligus pemulihan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
China menjadi salah satu negara pertama yang memberikan respons positif atas kesepakatan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan apresiasi terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dalam proses negosiasi.
“China menyambut baik kesepakatan tersebut dan mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” ujar Lin Jian seperti dilansir Arab News, Senin (15/6/2026).
Beijing juga berharap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz segera kembali aman dan terbuka bagi aktivitas global.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan damai AS-Iran sebagai “terobosan yang sangat signifikan”. Ia mengaku telah membahas perkembangan tersebut dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan lalu.
“Tidak ada yang benar-benar terjamin, tetapi ini merupakan langkah besar menuju perdamaian yang lebih permanen,” kata Starmer.
Di Asia Timur, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut menyambut kesepakatan tersebut. Melalui akun X miliknya, Takaichi berharap implementasi perjanjian berjalan konsisten, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional.
Jepang menilai stabilitas Selat Hormuz sangat penting bagi keamanan energi dan perdagangan global.
Uni Eropa juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah perdamaian tersebut. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut perang yang berkepanjangan di Timur Tengah telah menimbulkan biaya besar bagi dunia.
“Saatnya senjata dibungkam,” tegas Costa.
Ia menambahkan Uni Eropa siap membantu membangun strategi perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan bahwa prioritas utama saat ini ialah implementasi penuh dan cepat atas kesepakatan damai tersebut.
Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz sangat penting bagi stabilitas ekonomi global. Von der Leyen juga menyerukan penyelesaian menyeluruh terhadap isu program nuklir dan rudal balistik Iran.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal penting untuk membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan dialog mengenai isu nuklir serta keamanan kawasan.
Dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menyambut baik tercapainya kesepakatan damai tersebut dan meminta seluruh pihak menahan diri. “Saat ini semua pihak harus menunjukkan pengendalian diri maksimal dan menjalankan kesepakatan dengan itikad baik,” katanya.
Sekjen PBB Sambut Baik
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyebut kesepakatan AS-Iran sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik Timur Tengah.
Guterres mengapresiasi peran Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara kawasan lainnya dalam mendukung proses negosiasi damai.
“PBB siap mendukung seluruh pihak untuk mencapai perdamaian yang tahan lama dan komprehensif,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Indonesia turut menyambut baik kesepakatan damai tersebut. Kementerian Luar Negeri RI menilai langkah tersebut sebagai perkembangan positif bagi stabilitas kawasan dan perdamaian global.
Pemerintah Indonesia juga menyerukan semua pihak agar tetap menahan diri serta menjalankan komitmen deeskalasi konflik.
Selain itu, negara-negara E4 yang terdiri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran apabila terdapat kemajuan nyata terkait program nuklir Teheran.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA untuk tujuan tersebut,” demikian pernyataan bersama para pemimpin negara E4.***





