Dunia Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Selat Hormuz Diharapkan Kembali Aman

Kota Teheran, Iran sebelum terjadi perang tampak aman dan damai.-- Foto Unsplash/Mohammad Takhsh via UN News
Sejumlah negara dan pemimpin dunia menyambut positif kesepakatan damai AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut dinilai sebagai terobosan penting bagi stabilitas kawasan sekaligus pemulihan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

China menjadi salah satu negara pertama yang memberikan respons positif atas kesepakatan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan apresiasi terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dalam proses negosiasi.

“China menyambut baik kesepakatan tersebut dan mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” ujar Lin Jian seperti dilansir Arab News, Senin (15/6/2026).

Bacaan Lainnya

Beijing juga berharap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz segera kembali aman dan terbuka bagi aktivitas global.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan damai AS-Iran sebagai “terobosan yang sangat signifikan”. Ia mengaku telah membahas perkembangan tersebut dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan lalu.

“Tidak ada yang benar-benar terjamin, tetapi ini merupakan langkah besar menuju perdamaian yang lebih permanen,” kata Starmer.

Di Asia Timur, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut menyambut kesepakatan tersebut. Melalui akun X miliknya, Takaichi berharap implementasi perjanjian berjalan konsisten, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional.

Jepang menilai stabilitas Selat Hormuz sangat penting bagi keamanan energi dan perdagangan global.

Uni Eropa juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah perdamaian tersebut. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut perang yang berkepanjangan di Timur Tengah telah menimbulkan biaya besar bagi dunia.

“Saatnya senjata dibungkam,” tegas Costa.

Ia menambahkan Uni Eropa siap membantu membangun strategi perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan bahwa prioritas utama saat ini ialah implementasi penuh dan cepat atas kesepakatan damai tersebut.

Menurutnya, pembukaan kembali Selat Hormuz sangat penting bagi stabilitas ekonomi global. Von der Leyen juga menyerukan penyelesaian menyeluruh terhadap isu program nuklir dan rudal balistik Iran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan