Publik menanti kemunculan Yaqut di tengah skandal kuota haji. Gus Nuril, seorang tokoh NU, pernah menyentil Yaqut seperti Bang Toyib: tak pulang-pulang—tak jantan hadapi tuduhan. KPK kini menelusuri jejaknya.
__________
Di tengah penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dugaan skandal bagi-bagi kuota haji 2023–2024, satu pertanyaan terus mengapung di ruang publik: di mana Yaqut Cholil Qoumas sekarang?
Sosok mantan Menteri Agama era Presiden Jokowi itu seolah ‘menguap’, terutama sejak lengser dari jabatannya.
Spekulasi mulai muncul. Ada yang menyebut dia “kabur”, tak pulang-pulang sejak tak lagi jadi pejabat.
Seperti yang dibilang Gus Nuril, misalnya—tokoh NU dan pengasuh Pesantren Soko Tunggal. Dalam sebuah video yang diunggah Januari 2025—di mana perihal ‘kekhawatiran menghilangnya’ Yaqut ini memang sudah muncul sejak awal tahun—Gus Nuril menyentil Yaqut secara terbuka: “Masa jadi Bang Thoyib dua tahun enggak pulang-pulang?”
Ia menuntut agar Yaqut bersikap jantan dan tak mencoreng nama Banser yang dibangun oleh para pejuang tanpa pamrih.
Kekhawatiran Yaqut bakal ‘menghilang’ ini mengaca pada pengalaman tahun lalu, kala Pansus Angket Haji DPR memanggilnya pada 18 September 2024. Yaqut waktu itu tak hadir.
Alasannya tengah kunjungan kerja ke Eropa: menghadiri penandatanganan kesepakatan sertifikasi halal di Italia, lalu menghadiri Forum Perdamaian Internasional ke-38 di Prancis atas amanat Presiden Jokowi.
Namun, ‘panggilan’ Gus Nuril beberapa bulan lalu itu dijawab oleh akun @kawalkyai di platform X. Akun itu membantah rumor Yaqut menghilang.
“Kata siapa Gus Yaqut kabur? Jangan percaya hoaks. Faktanya, kemarin malam beliau ngopi darat bareng sahabat-sahabat Ansor di Bangka Belitung,” cuit akun tersebut pada 25 Juni 2025 malam.

Terlepas di mana Yaqut sekarang, yang pasti, dugaan kurupsi kuota haji bukan sekadar penyalahgunaan wewenang. Ia adalah pengkhianatan terhadap impian suci jutaan orang.





