Tiga Versi di Balik Temuan Senjata Sekolah Jaksel

Penemuan senjata di sekolah swasta Pondok Pinang, Jaksel. (Istimewa)

Polisi, perusahaan, dan yayasan berbeda keterangan soal jenis, fungsi, lokasi penyimpanan, hingga alasan ratusan senjata berada di lingkungan sekolah.

Temuan 996 barang berbentuk senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memunculkan keterangan yang saling bertentangan antara kepolisian, perusahaan yang mengklaim inventaris, dan pengurus yayasan.

Perbedaan itu mencakup klasifikasi barang, kelayakan fungsi, lokasi penyimpanan, hingga klaim bahwa ratusan senjata digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Polda Metro Jaya menyatakan 995 unit merupakan senapan, pistol, dan revolver angin kaliber 4,5 milimeter. Satu unit lainnya adalah senjata api jenis combat shotgun Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

Bacaan Lainnya

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto, Jumat, 7 Agustus 2026.

Perincian polisi mencakup empat senapan angin, 215 pistol angin, dan 776 revolver angin. Keterangan tersebut sekaligus mengoreksi informasi awal yang menyebut polisi menemukan “995 senjata api”.

Namun, Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia, Alhadid Endar Putra, memberikan klasifikasi berbeda. Ia menyebut seluruh 995 barang tersebut sebagai airsoft legal yang sebagian besar sudah tidak dapat digunakan atau hanya berupa suku cadang.

“Sebanyak 995 senjata seluruhnya merupakan airsoft yang sudah tidak dapat digunakan dan legal,” kata Alhadid, Kamis, 6 Agustus 2026.

Polisi belum mengumumkan hasil pengujian kemampuan tembak setiap unit. Dengan demikian, klaim perusahaan bahwa semua barang sudah tidak berfungsi belum terkonfirmasi melalui hasil pemeriksaan yang dipublikasikan.

Klaim Ekstrakurikuler Saling Bertentangan

Alhadid mengatakan ratusan senjata itu merupakan inventaris perusahaan yang disiapkan sejak 2021 untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan. Barang tersebut juga diklaim berkaitan dengan persiapan Pekan Olahraga Nasional dan kompetisi South East Asia Shooting Association.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan