Hati-Hati, Metode Bayar Mudah ‘Paylater’ Bisa Bikin Anak Muda Jadi Budak Utang

“Anak muda ini fomo, kalau enggak ikut khawatir dibilang ketinggalan zaman. Terus yolo. Katanya sekarang tren baru doom spending, belanja serasa mau kiamat. Jadi, anak muda ini kemudian membelanjakan yang dimiliki seolah tidak ada hari esok. Paling gawat, belanjanya bukan dari uang yang dimiliki, tetapi dari uang yang utangan tadi,” jelasnya.

Padahal, kata Kiki, di balik kenikmatan sesaat yang ditawarkannya, utang paylater memiliki risiko besar jika tidak dikelola dengan baik–atau dibayar secara teratur tidak melebihi tanggal jatuh tempo. Salah satunya adalah membuat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) jeblok, sehingga membuat anak muda kesulitan mengajukan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Banyak sekali anak-anak muda, yang saya dapat informasi dari bank yang menyalurkan KPR, menyatakan bahwa mereka ini tidak bisa mendapatkan KPR rumah karena SLIK-nya sudah buruk,” sambung Kiki.

Bacaan Lainnya

Kiki juga mengaku sering menemukan fakta bahwa ada anak muda yang sengaja mengajukan utang paylater melalui aplikasi pinjaman online enggan membayar dan membuang nomornya. Hal inilah yang kemudian membuat riwayat SLIK-nya jeblok.

Skor kredit yang buruk pada SLIK ini lah yang kemudian membuat anak-anak muda, utamanya lulusan baru fresh graduate, kesulitan mendapat pekerjaan.

“Karena semua akan ada catatan masing-masing. Adik-adik harus bertanggung jawab karena akan melekat kemana pun kalian pergi,” pesan Kiki.

Berbagai Risiko Paylater

Selain yang dijelaskan Kiki, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, paylater juga bisa menyebabkan risiko lainnya, antara lain:

1. Pengaturan Keuangan Terganggu

Kemudahan fitur paylater seringkali menjadi penyebab terganggunya pengaturan keuangan pribadi karena adanya cicilan. Sementara itu, seringkali dana yang disisihkan untuk membayar cicilan terpakai untuk memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak. Ini mengakibatkan debitur tidak mampu membayar cicilan.

2. Ada Biaya yang Tidak Disadari

Ketika menggunakan paylater, tanpa sadar seseorang terbebani biaya lain yang ikut aktif, seperti biaya subscription, biaya cicilan, dan biaya lainnya. Hal ini yang akan memberatkan debitur setiap kali tagihan datang.

Pos terkait