Distimulus ST, Diselesaikan dengan Cara Patungan
Mulyono menambahkan, untuk pendanaan, proyek Rumah Syukur ini tidak pernah ‘merepotkan’ pihak lain di luar OPSHID. “Pendanaannya berasal dari kemandirian jiwa-jiwa OPSHID dan juga warga Shiddiqiyyah seluruh Indonesia Raya. Juga ditunjang oleh PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, perusahaan dari Shiddiqiyyah yang bergerak di bidang tembakau,” katanya.
“Pembangunan rumah ini tidak terlepas dari sumber dana yang muncul dari ST (akronim dari PT Sehat Tentrem Jaya Lestari—red). Namun demikian, kemampuan dana dari daerah (yang ikut membangun RSLH) juga berperan sekali. ST hanya memberikan dana motivasi sebesar Rp4 juta untuk kepanitia pusat. Selebihnya, dana dihimpun dari hasil patungan teman-teman OPSHID di seluruh Indonesia,” papar Mul.
Dengan prinsip gotong royong tersebut, tahun ini 65 unit rumah syukur mulai dibangun, tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia Raya. Mayoritas berada di Jawa Timur, yaitu 26 unit. Selain itu, ada 12 unit di Jawa Tengah; 4 unit di Daerah Istimewa Yogyakarta; 4 unit di Jawa Barat; 4 unit di DKI Jakarta; 1 unit di Banten; 5 unit di Lampung; 1 unit di Bengkulu; 2 unit di Jambi; 2 unit di Sumatera Selatan; 2 unit di Riau; 1 unit di Sumatera Utara; dan 1 unit di Kalimantan Timur.
Mulyono juga menerangkan, salah satu prinsip yang mendasari program Rumah Syukur adalah keinginan OPSHID sebagai bagian dari Bangsa Indonesia untuk menjadi raja di Tanah Airnya sendiri. “Setiap manusia berhak atas kebutuhan dasar dalam hidup, dan setiap lapisan masyarakat berhak untuk menikmati fasilitas yang dapat menunjang kesehariannya. Meskipun bisa dibilang rumah yang dibangun ini lebih terkesan ‘mewah’ daripada ‘layak huni’, tetapi standar kemewahan ini harusnya inklusif untuk semua golongan. Ya itu karena rakyat Indonesia ingin memiliki, menikmati, dan mensyukuri Indonesia seutuhnya,” papar Mulyono.
Dengan semangat gotong royong, yang dilandasi kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia, OPSHID terus bergerak untuk Indonesia Raya.
*Keterangan Foto Utama: Proses pembangunan Rumah Syukur 2023 di Desa Genengan Jasem, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (Dok. SF)





