Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah memulai pembangunan 126 Rumah Syukur gratis di 88 kabupaten dan kota pada Senin (22/6/2026). Rumah layak huni itu ditargetkan rampung dan diresmikan bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah memulai pembangunan 126 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah di berbagai daerah. Program rumah gratis itu diawali peletakan Batu Syukur secara serentak di 88 kabupaten dan kota.
Penanggung Jawab Rumah Syukur wilayah Kudu, Jombang, Bagus Harianto, menyebut seluruh biaya pembangunan berasal dari sedekah pribadi warga Shiddiqiyyah. “Penggalian dana berasal dari shodaqoh pribadi anggota, ada yang berupa material dan kebutuhan lainnya,” katanya, dikutip dari Opshidmedia, Senin (22/6/2026).
Biaya pembangunan satu rumah di wilayah Kudu mencapai sekitar Rp120 juta. Standar rumah yang ditetapkan adalah tipe 36 meter persegi, namun ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima, terutama bagi keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak.
Calon Penerima Dipilih Lewat Peninjauan
Tim penyeleksi terlebih dahulu meninjau kondisi rumah, keadaan ekonomi, serta situasi sosial keluarga calon penerima bantuan. Salah satu penerima adalah Putiah (71), warga Desa Madi, Kecamatan Kudu, Jombang, yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni sambil mengasuh cucu-cucunya seorang diri.
Kepala Desa Madi Winarsih mengatakan bantuan itu memberi harapan baru bagi Putiah tanpa membebani keluarga penerima dengan biaya pembangunan.
Program Rumah Syukur merupakan agenda tahunan Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah bersama organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah. Jumlah rumah masih berpeluang bertambah selama program berlangsung.
Tanggal 22 Juni dipilih sebagai awal pembangunan karena bertepatan dengan hari lahir Piagam Jakarta pada 1945. Dalam sejarah ketatanegaraan, naskah itu menjadi bagian penting dari proses perumusan Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.
Di tengah persiapan berbagai agenda organisasi dan tasyakuran Tahun Baru Hijriah, warga Shiddiqiyyah tetap menjalankan pembangunan rumah melalui kerja bersama di masing-masing daerah.***





