Pembangunan yang dimaksud Sang Mursyid kali itu bukan untuk mensyukuri Hari Kemerdekaan—karena momen tersebut sudah lewat—melainkan untuk mensyukuri Sumpah Pemuda yang segera datang. Tak hanya OPSHID pusat di Jombang yang diinstruksikan, tetapi semua OPSHID yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia—yang ketika itu memiliki 28 perwakilan di daerah.
Walhasil, sejak tahun itulah pembangunan RLHS berjalan serentak di seluruh wilayah yang ada perwakilan OPSHID-nya. Untuk momen Sumpah Pemuda tahun 2010, 29 rumah berhasil dibangun. Satu rumah di Jombang, 28 rumah lainnya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jika ditambah 2 unit yang dibangun pada momen Kemerdekaan Indonesia, maka total ada 31 rumah yang dibangun OPSHID pada tahun tersebut.
Jumlah rumah yang dibangun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Rata-rata 20-an rumah berhasil dibangun setiap tahunnya.
Pada tahun 2011, OPSHID kembali berhasil membangun 29 unit rumah, sama seperti tahun 2010. Tahun berikutnya, 2012, OPSHID membangun 22 rumah, semuanya di Jombang. Dua unit rumah dikerjakan oleh OPSHID pusat, sementara 20 unit lainnya dikerjakan secara gotong royong oleh OPSHID dari seluruh Indonesia. Semua rumah yang dibangun tahun itu berlokasi di Jombang. Mereka menyebutnya pembangunan terpadu.
Konsep pembangunan 20 RLHS secara terpadu kembali diterapkan pada tahun 2013. Kali itu pembangunan dipusatkan di Bojonegoro dan Lamongan. Untuk Jombag sendiri, OPSHID membangun 2 rumah. Tahun berikutnya, 2014, pembangunan terpadu dipusatkan di wilayah Tuban dan Pati. Jumlah yang dibangun masih sama: 20 rumah di wilayah pembangunan terpadu, dan 2 rumah di Jombang.
Program pun terus berjalan sampai tahun ini, di mana OPSHID membangun 65 rumah secara serentak, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Angka 65 ini pun tercatat sebagai rekor—karena tahun-tahun sebelumnya OPSHID hanya membangun 20-an RLHS.
Pembangunan serentak itu dimulai pada 17 September 2023 atau 1 Rabiul Awwal 1445 H. Ditandai dengan syukuran peletakkan batu pertama bangunan rumah. Dan pada tahun 2023, program ini dinamai Rumah Syukur Layak Huni (RSLH).






