FGSNI Tolak Guru Jadi Penerima MBG, Minta Anggaran Dialihkan ke Tunjangan

Ketua Umum FGSNI Agus Mukhtar. - Istimewa

Ia menegaskan guru honorer selama ini berjuang dengan gaji minim, bahkan sering di bawah standar upah layak. Jika program MBG bisa berjalan dengan ratusan triliun, menurutnya ada ruang besar untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

“Program MBG perlu diintegrasikan dengan upaya peningkatan kesejahteraan guru. Tanpa guru yang sejahtera, MBG tidak cukup untuk mencetak generasi emas Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, BGN menyebut program MBG mendapat dukungan luas dari masyarakat. Lembaga ini menyatakan program bergizi gratis menjadi investasi penting bagi generasi menuju Indonesia Emas 2045.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait