Dalam hukum pidana, dikenal tiga pilar yang saling mengikat: actus reus (perbuatan melawan hukum), mens rea (niat jahat), dan kausalitas (hubungan sebab-akibat antara perbuatan dan kerugian). Ketiganya harus hadir bersamaan agar suatu perbuatan layak dipidana.
Kategori: Opini
Tiga Nyawa Melayang di Pesta Pernikahan Anak KDM dan Kapolda Metro Jaya, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Pesta dengan gelar griya dan sajian makan gratis itu justru menciptakan kekacauan. Warga berdesakan di pintu masuk pendopo, dan malang, sebagian dari mereka tak pernah kembali ke rumah.
Zakir Naik dan Ujian Kerukunan Kita
Di negeri multikultur seperti Indonesia, dakwah bukan hanya tentang benar atau salah, tapi tentang bagaimana mengatakan yang benar dengan cara yang tidak menyakiti.
Etiskah Gubernur Meraup Cuan dari Konten Pemerintahan?
Bolehkah seorang kepala daerah meraup pendapatan sebesar itu dari konten yang bersinggungan dengan tugas jabatannya? Etiskah?
Menguji Validitas Data: Sukarno Lahir di Surabaya atau Ploso?
Kalau kita serius soal akurasi sejarah, jawabannya tampaknya condong ke Jombang.
Ironi Korupsi Tata Niaga Timah: Rp271 T Kerusakan Lingkungan ‘Diabaikan’ Hukum, Alam Jadi Korban Tak Tercatat
Skandal timah ini harusnya menjadi momentum memperluas definisi pidana korupsi, agar alam tak hanya jadi objek eksplotasi, tapi juga subjek perlindungan hukum.
Anak-anak Sakit karena Gula, Tapi Solusi Masih Diam di Atas Meja
Apakah ini karena kekuatan industri gula terlalu besar untuk disentuh? Atau karena kesehatan publik belum cukup “menguntungkan” untuk diperjuangkan?
Tradisi ‘Halalbihalal’ di Nusantara Itu Valid secara Tata Bahasa, Fikih, dan Tinjauan Al-Qur’an
“Halalbihalal” memang tradisi asli Nusantara. Bukan impor dari Arab. Namun, tradisi ini tervalidasi secara keilmuan Islam, baik itu ditinjau dari segi tata bahasa, fikih atau hukum Islam, hingga ilmu Al-Qur’an.
‘Kondangan Boleh Kurangin, Korupsi Jangan Kerjain’: Pesan Moral yang Dihapus dari Lagu ‘Hari Lebaran’
Penyanyi masa kini tak membawakan lagu ‘Hari Lebaran’ secara utuh. Pesan antikosupsinya ditinggal begitu saja. Takut?
Kami Masih Kecil, Kenapa Masih Dikecilkan Juga?
Semoga peristiwa ‘kecil’ terhadap kami yang masih kecil ini bukan pertanda jika Indonesia benar-benar sedang tak baik-baik saja. Kami rasa, kami belum se-Tempo itu, sehingga ‘layak’ dikhawatirkan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









