Tulisan reflektif Aguk Irawan MN ini menyoroti dinamika ulama di Jalan Kramat, mengingatkan kembali pada esensi keulamaan sejati: bukan perebutan posisi, melainkan penyambung wahyu yang menebarkan ketenangan dan kebijaksanaan bagi umat.
Kategori: Opini
MQK Nasional Fiqih Siyasah: Menjembatani Turâts Islam dengan Politik Kebangsaan
FPTP dan PKB menggelar MQK Nasional bidang fikih siyasah sebagai upaya menumbuhkan kesadaran politik santri berbasis turâts serta memperkuat peran pesantren dalam kehidupan kebangsaan.
Tujuh Alasan Logis jika Takzim Kiai Bukan Bentuk Feodalisme-Fasisme
Tulisan ini membandingkan nilai, struktur, dan tujuan sistem pesantren dengan feodalisme dan fasisme, menegaskan keunggulan moral dan spiritual pesantren dalam membentuk karakter bangsa.
Mbah Hasyim dan Santri Nusantara: Api Kebangsaan yang Tak Pernah Padam
Kisah perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari dan kaum santri menjadi fondasi kebangsaan Indonesia yang berpijak pada iman, ilmu, dan kemerdekaan sejati.
Pesantren sebagai Subkultur: Memahami Hubungan Spiritual Santri dan Kiai
Hubungan santri-kiai yang kokoh menciptakan pilihan ideal sikap hidup di tengah kehidupan masyarakat yang serba transisional dan tak menentu.
KPK Sebut Khalid Basalamah Bocorkan Pemeriksaan, Apakah Termasuk ‘Obstruction of Justice’?
Khalid Basalamah mungkin merasa sedang melakukan klarifikasi. Namun, dalam kacamata hukum, ia justru menempatkan dirinya pada posisi rawan.
Mampukah Ahmad Dofiri Mengubah Wajah Polri?
Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai penasihat khusus untuk proyek reformasi Polri—agenda besar yang sudah lama ditunggu tapi berkali-kali kandas di jalan.
Dunia Mulai Bersuara, Tapi Apakah Itu Cukup untuk Gaza?
Pengakuan diplomatik bukanlah perisai. Pengakuan tidak bisa menghalau drone, tidak bisa membendung tank. Aneksasi bisa saja dilabeli “zona keamanan”, seperti yang pernah dilakukan Israel di Tepi Barat.
Trigger Kemiskinan dan Peluru Data Global
Laporan itu menyatakan bahwa pada tahun 2024, 60,3 persen penduduk Indonesia—sekitar 171,8 juta jiwa—hidup di bawah garis kemiskinan.
Refleksi Harlah PKB: Menjawab Tantangan Zaman, Menjaga Akar Keumatan dan Kebangsaan
Di tengah polarisasi sosial-politik yang tajam pasca Pemilu 2024, peran PKB sebagai kekuatan penyeimbang (moderating force) menjadi sangat penting.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









