27 Ton Bantuan dari Jawa Timur Menuju NTT, Relawan Siapkan Distribusi di Maumere

Kemenag Jatim
Pengiriman 27 ton bantuan untuk membantu masyarakat terdampak musibah di NTT. - Humas Kemenag Jatim

Pengiriman 27 ton bantuan tersebut menjadi wujud gotong royong berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak musibah di NTT

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak musibah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (4/9/2026) di halaman Kanwil. Sebanyak 27 ton bantuan logistik dikirim menuju Maumere melalui kolaborasi Kanwil Kemenag Jatim, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur, dan Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur.

Kakanwil menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

“Kementerian Agama punya concern yang sama. Ini juga atas petunjuk Ibu Gubernur untuk kita bergerak. Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang memiliki komitmen sangat kuat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada siapa pun, terutama kepada saudara-saudara kita yang saat ini diuji oleh Allah dengan musibah,” ujar Bahtiar.

Bacaan Lainnya

Bantuan logistik sebanyak 27 ton tersebut dikirim menggunakan dua kontainer. Setibanya di Maumere, bantuan akan diterima oleh relawan yang telah berada di lokasi untuk kemudian didistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan.

Bahtiar berharap bantuan yang diberangkatkan dapat segera sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

“Di sana saudara-saudara kita sudah sangat menunggu apa yang kita berangkatkan hari ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pengiriman kali ini difokuskan pada bantuan barang. Para relawan dari berbagai lembaga telah berada di lokasi sehingga proses penerimaan dan distribusi bantuan nantinya dilakukan oleh relawan yang berada di lapangan.

Berdasarkan laporan dari relawan, masyarakat terdampak tersebar di sejumlah titik. Karena itu, bantuan yang tiba di Maumere akan kembali didistribusikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Bahtiar pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan aksi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ia mengingatkan agar seluruh ikhtiar dilakukan dengan penuh keikhlasan.

“Apa yang kita lakukan hari ini tentu atas kehendak Allah. Bukan karena kekuatan, kemampuan, maupun kehebatan kita, tetapi karena Allah yang menggerakkan hati kita untuk hadir dan memberikan kepedulian,” tegasnya.

Menurut Kakanwil, bantuan sekecil apa pun dapat memiliki arti yang besar bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

“Bagi kita, satu bungkus mi mungkin bukan sesuatu yang berarti. Namun bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit, sekecil apa pun uluran tangan kita akan sangat berharga dan memberikan dampak besar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan. Menurutnya, kepedulian kepada sesama tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama, suku, ras, maupun latar belakang.

“Kita tidak perlu melihat apa agamanya, apa sukunya, apa rasnya, maupun latar belakang lainnya. Sekat-sekat itu kita kesampingkan demi satu tujuan, yaitu kemanusiaan,” pesannya.

Kakanwil mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan manfaat bagi sesama. Ia mengutip prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Teruslah kita berbagi bersama dengan sesama makhluk Allah. Semoga seluruh ikhtiar kemanusiaan ini menjadi amal kebaikan dan mendapatkan rahmat serta ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Baznas Jawa Timur Mohammad Ghofirin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun dalam pengiriman bantuan tersebut. Ia mengatakan, kolaborasi dengan Kanwil Kemenag Jatim dan FOZ Jawa Timur menjadi bagian dari komitmen Baznas untuk terus bergerak dalam aksi kemanusiaan.

“Kami memiliki komitmen untuk terus bergerak bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan FOZ Jawa Timur dalam berbagai aksi kemanusiaan di Indonesia,” kata Ghofirin.

Ghofirin memastikan pengiriman bantuan kali ini bukan merupakan bantuan terakhir. Baznas akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan bantuan lanjutan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah ini bukan bantuan yang kita kirim terakhir kalinya. Setelah ini kita masih akan mengatur bantuan-bantuan selanjutnya sesuai dengan data lapangan mutakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, relawan Baznas RI, Baznas Provinsi, maupun Baznas kabupaten/kota telah berada di lokasi dan terus melakukan koordinasi untuk memperbarui informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak.

“Dengan dukungan penuh dari Kemenag Kanwil Jawa Timur dan FOZ Jawa Timur, bersama Baznas, kita akan secara berkala mengirimkan kembali bantuan ke sana,” tambahnya.

Ketua FOZ Jawa Timur, Ziyad, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen FOZ Jawa Timur untuk terus bersinergi dalam misi kemanusiaan.

“Kami punya komitmen bersama Kanwil Kemenag Jawa Timur idan Baznas Jawa Timur untuk terus bergerak dalam kemanusiaan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ungkap Ziyad.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan dalam berbagai program keumatan dan kemanusiaan.

“Kita tidak ragu untuk terus bersinergi dan berkolaborasi memperjuangkan kepentingan umat. Mudah-mudahan ikhtiar kita senantiasa seiring dengan rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.

Pengiriman 27 ton bantuan tersebut menjadi wujud gotong royong berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak musibah di NTT. Dengan dukungan relawan di lapangan dan koordinasi antarlembaga, bantuan diharapkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Dari Kanwil, barang bantuan didrop di Pelabuhan dan dijadwalkan berangkat pada 7 September menuju Maumere. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan