Bukan Gawai, Justru Permainan Tradisional Lebih Menyehatkan Bagi Jiwa Raga Anak Indonesia

Orangtua Jangan OMDO

Berkaca dari beberapa permasalahan di atas, barangkali sebagai orang tua, kita perlu lekas menarik anak-anak untuk kembali pada dunianya. Dunia yang lekat dengan gerak, teriakan, nyanyian imajinasi dan petualangan. Mengajak anak untuk mengucapkan selamat tinggal pada dunia virtual yang disebut Roal Dahl, penulis buku anak-anak asal Inggris, sebagai pembunuh imajinasi dan tubuh anak-anak.

Sebelum semuanya terlambat, sebelum ananda kehilangan masa emas dalam hidupnya: bermain di masa anak-anak saatnya orangtua atau keluarga lainnya menciptakan aktivitas menarik, seperti membangun rumah pohon, mencari jejak, mencari harta karun, atau bermain “petak jongkok”, dan lain-lain. Kuncinya adalah bergerak sambil bersenang-senang, demi kesehatan perkembangan fisik dan emosional anak Anda.

Bacaan Lainnya

Sebab kesan-kesan masa kecil yang pernah menyentuh kehidupan seorang anak akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan kepribadiannya saat menginjak dewasa. Irena Yulianti dalam Mengenal Dunia Anak-Anak (1985) mengungkapkan: “..kurang terpenuhinya kebutuhan kejiwaan anak sejak masa kecil dapat menimbulkan sikap, pandangan, atau tingkah laku yang merugikan, baik bagi anak itu sendiri, orang lain, juga masyarakat, termasuk teman-temannya”. Aktivas pada masa anak-anak menjadi kunci pembentukan individu di masa depan.

Yang lebih penting lagi, orangtua juga perlu menjadi teladan untuk menggunakan gawai secara tidak berlebihan Anak membutuhkan perhatian, kepedulian, dan bimbingan orangtua, termasuk dalam penggunaan gawai. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk tidak menjadikan gawai sebagai pengganti kehadirannya. Anak perlu merasa diperhatikan dan dicintai, sesuatu yang bisa ia dapatkan dari orangtua, bukan ‘diasuh dan dibesarkan’  oleh gawai.

Pos terkait