JAKARTA — Gara-gara kecanduan dan overtime bermain gawai, kualitas hidup anak Indonesia tidak optimal dan sehat. Bahkan terancam. Penggunaan gawai sudah menjadi keseharian tiap orang, bahkan sejak usia balita atau anak-anak berusia di bawah lima tahun.
Saat ini banyak anak memakai gawai melebihi waktu yang direkomendasikan, dan umumnya menonton video, main gim, dan menggunakan sosial media. Namun, gawai yang terhubung sistem daring dengan berbagai fitur dan aplikasi ibarat pisau bermata dua, bisa bermanfaat, tetapi juga membahayakan anak-anak.
Perilaku anak dalam menggunakan gawai perlu dipantau agar tak mencelakainya. Lebih miris lagi, kebanyakan orang tua ‘cuek’, bahkan abai terhadap fenomena ini. Beberapa orang tua malah menanggap gawai semacam menjadi ‘penenang’ di kala balitanya rewel.
Apakah anak tidak boleh dikenalkan pada gawai dan harus dijauhkan seketika? Di dunia serba digital ini, tentu anak perlu mengenal teknologi agar tidak gagap dalam berinteraksi dengan zamannya, tetapi dengan takaran yang pas dan pengawasan orang dewasa. Yang menjadi permasalahan adalah apabila gawai menggeser posisi bermain dalam hidup anak dan menutup interaksinya dengan lingkungan sekitar.
Dikutip dari Kata Data Media Network, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hampir separuh anak usia dini di Indonesia sudah bisa menggunakan handphone (HP) atau gawai, juga mengakses internet pada 2022.
Secara total, ada 33,44% anak usia dini di Indonesia yang menggunakan handphone atau gawai nirkabel. Sementara anak usia dini yang bisa mengakses internet mencapai 24,96%. Jika dirinci, terdapat perbedaan yang cukup jauh pada karakteristik kelompok umur.
Persentase yang menggunakan HP pada anak usia 0-4 tahun atau balita hanya 25,5%. Sementara usia 5-6 tahun 52,76%. Pola yang sama juga terlihat pada anak-anak yang mengakses internet. Usia balita sebesar 18,79%, sedangkan anak usia 5-6 tahun sebesar 39,97%. Kemudian pada 2023, anak usia dini di Indonesia yang menggunakan handphone atau gawai nirkabel secara total naik menjadi 36,99%





