Bukan Gawai, Justru Permainan Tradisional Lebih Menyehatkan Bagi Jiwa Raga Anak Indonesia

Permainan Tradisional Bisa Jadi Terapi Mengurangi Kecanduan Gawai pada Anak

Psikolog independen dari Inggris, Dr Linda Papadopoulos, merilis hasil penelitiannya bahwa permainan tradisional anak, seperti “petak umpet”, “engklek” (lompat di atas kotak yang digambar di aspal), dan lainnya penting untuk anak. Permainan-permainan tradisional semacam ini, menurut sang psikolog, penting untuk perkembangan kesehatan fisik dan mental, demikian dilaporkan oleh situs Daily Mail, Selasa (9/7).

Menurut Papadopoulos, saat ini banyak anak-anak –bahkan di usia balita– punya kekhawatiran terhadap bentuk tubuh. Ketakutan memiliki bentuk tubuh yang tidak sesuai harapan orang-orang di sekelilingnya kerap menjadi kekhawatiran anak-anak.

Bacaan Lainnya

Untuk mengurangi ketidakpercayaan diri semacam itu, Papadopoulos menyarankan orangtua untuk mendorong anaknya bermain permainan tradisional luar ruang, seperti “tak jongkok”, “engklek”, “petak umpet”, “galasin”, dan sebagainya. Permainan seru dan menyenangkan yang melibatkan fisik dan ketangkasan dipercaya Papadopoulos bisa meningkatkan kepercayaan diri anak terhadap bentuk tubuhnya.

Dalam laporannya yang berjudul “Physical Activity and Body Image”, Papadopoulos menuliskan, bermain di luar ruang sama pentingnya dengan berolahraga bagi anak-anak. Permainan fisik di luar ruang merupakan bentuk upaya mendorong anak melakukan aktivitas fisik.

Permainan fisik luar ruang seperti yang ditawarkan permainan tradisional memberikan banyak manfaat bagi anak, dari latihan otot dan motorik, juga mendorong penghargaan terhadap diri sendiri serta ketahanan mental.

Kepercayaan diri terhadap bentuk tubuh dan ketahanan mental penting untuk pembentukan imej diri anak agar mentalnya tak mudah goyah akibat perkataan negatif dari orang lain maupun kampanye iklan yang mempertontonkan bentuk tubuh model yang diklaim ideal. Di sinilah pentingnya mengenalkan anak dengan permainan tradisional luar ruang tadi. Anak-anak yang aktif dan bersenang-senang saat beraktivitas fisik cenderung memandang hidup dari sisi yang positif.

Lebih lanjut, keunikan dari permainan tradisional, peruntukannya tidak hanya bagi anak yang senang olahraga beregu, tapi juga bisa dilakukan oleh anak-anak pemalu tanpa harus terlibat dalam kelompok/pertandingan olahraga yang membuat mereka inferior.

Pos terkait