Anomali Bansos Era Jokowi: Dulu Dibenci, Sekarang Anggarannya Berpotensi ‘Cetak Rekor Baru’

Pada periode-periode awalnya itu, Jokowi juga memiliki program-program sosial yang disalurkan kepada masyarakat, hanya saja dia tidak memilih istilah bansos maupun BLT. Misalnya, dia menggalakkan program Keluarga Harapan, Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), Kartu Asistensi Sosial Lanjut Usia (Aslut), dan Beras Sejahtera (Rastra).

Namun, di bagian lain, Jokowi juga menggunakan skema yang sama dengan Presiden SBY, dengan mengucurkan bantuan uang tunai saat menanggulangi dampak pandemi Covid-19 pada 2020.Sebanyak 15,7 juta pekerja bergaji dibawah Rp5 juta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan diberikan Rp2,4 juta oleh negara sebagai stimulus upah di tengah pandemi.

Sementara itu, berdasarkan catatan Samudra Fakta, di era Jokowi sendiri ada beberapa program BLT yang dijalankan. Mulai dari BLT Dana Desa, BLT UMKM, BLT Subsidi Upah, dan yang terbaru BLT BBM.

Bacaan Lainnya

BLT BBM merupakan program bantuan pemerintahan Jokowi yang digulirkan mulai 1 September 2022, untuk merespons kenaikan harga pertalite, solar, dan pertamax. Terhitung sejak 3 September 2022, harga pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Solar naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Dan pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Besarnya angka ini tidak beda jauh dengan realisasi 2020 sebesar Rp 498 triliun, yang digunakan untuk meredam dampak Covid-19. Namun, seiring pemulihan ekonomi, dana perlinsos mulai susut pada 2021 dan 2022, di mana besar anggaran di masing-masing tahun tersebut menjadi Rp468,2 triliun dan Rp460,6 triliun.

Pada tahun 2022, Jokowi membagikan BLT untuk minyak goreng. Sebanyak 20,5 juta keluarga menjadi sasaran yang akan menerima bantuan Rp100.000 tiap bulan, di mana bantuan itu akan diberikan selama tiga kali.

“Bantuan itu akan diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan,” kata Presiden Jokowi.

Lalu, bagaimana dampaknya program-program sosial Jokowi tersebut terhadap kemiskinan di Indonesia?

Pos terkait