Di sisi lain, kasus ini membuka lagi potret klasik birokrasi daerah: proyek infrastruktur sebagai lahan basah, politikus sebagai pendorong gerbong, dan jalur uang yang merembes ke banyak arah.
Jika alur uang terus diikuti, mungkin akan terungkap lebih dari sekadar proyek. Bisa saja menyentuh kebijakan, relasi kekuasaan, bahkan kompromi di ruang-ruang yang tak terlihat.
Dan kini, semua tergantung satu hal: seberapa jauh KPK berani menelusuri jalur uang dan gerbong kekuasaan yang menyertainya.***





