PPN Naik Jadi 12 Persen, Seruan ‘Kurangi Belanja’ Menggema di Media Sosial

Seruan protes PPN 12 persen yang ramai di media sosial. (Tangkapan Layar X)
Pemerintah telah menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik menjadi 12 persen dan berlaku per 1 Januari 2024. Kenaikan ini dikeluhkan banyak pelaku usaha di berbagai sektor. Juga disambut protes dan kritik dari warganet di media sosial. 

Sebuah gambar mirip poster Peringatan Darurat yang sempat viral Agustus lalu—ketika itu warganet menyerukan untuk mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi— kembali meramaikan linimasa media sosial  X (sebelumnya Twitter). Poster garuda berlatar biru kali ini mengusung narasi menolak PPN 12 persen.

Taxation without representation is a crime (perpajakan tanpa perwakilan rakyat adalah kejahatan). Jangan minta pajak besar kalau belum becus mengurus rakyat. Tolak PPN 12%,” demikian bunyi poster yang diketahui diunggah akun X @BudiBukanIntel pada Senin, 18 November 2024, pada pukul 08.10 WIB.

(Tangkapan layar X)

Bahkan, sebuah akun bernama @barengwarga telah membuat seruan penandatanganan petisi untuk menolak kenaikan tersebut.

Bacaan Lainnya

Seorang warganet juga mengusulkan “boikot pemerintah”, dengan mengurangi belanja dan hidup irit.

Yang pengen ganti HP tahan. Yang pengen ganti motor baru tahan. Yang pengen ganti mobil baru tahan 1 tahun aja, jangan lupa pake semua subsidi, gak usah gengsi dibilang miskin, itu dari duit kita juga kok. Kapan lagi boikot pemerintah sendiri,” demikian tulis akun @mal***.

Akun itu uga mengajak warganet untuk menerapkan frugal living alias hidup sederhana atau hemat imbas kenaikan PPN 12 persen.

Pakai barang sampai rusak, kalo masih bisa dibetulin ya betulin, pake lagi. Ada duit lebih, tabung, Intinya hidup bersahaja, sederhana. Belajar menikmati hal2 kecil yg gratis, weekend? Jalan2 di taman aja, makan? Beli di warung yg gak mungut PPn, yg bersih dan enak banyak kok,” lanjutnya.

Sementara itu, netizen lain berkomentar bahwa tidak apa-apa membayar pajak, asalkan jelas peruntukan dan hasilnya untuk rakyat.

Sebenernya kita gapapa selama ini bayar pajak ini itu, tapi penggunaan pajaknya buat gaji orang yang gak kompeten dan gak ada integritasnya, lebih banyak nyusahin rakyat daripada ngebantu, mobil petantang petenteng di jalan, dll banyak bgt. Itu yang sampe sekarang kita ga ikhlas,” tulis akun @riz.

Dampak Kenaikan PPN

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi kemungkinan dampak kurang baik kenaikan PPN ini terhadap perekonomian nasional.

Pos terkait