Sri Mulyani Isyaratkan Gaji Ke-13 dan THR untuk ASN Tahun 2025 Tetap Cair

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Instagram Sri Mulyani Indrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal jika pembayaran gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR)—yang kadang disebut gaji ke-14—untuk aparatur sipil negara (ASN) tetap cair, kendati pemerintah tengah ketat menerapkan efisiensi anggaran.

“Nanti tunggu saja, ya. Prosesnya, ya, diproses saja. Insya Allah,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025.

Sebagaimana diketahui, media sosial sempat dihebohkan dengan kabar tentang pemerintah yang berencana menghapus gaji ke-13 dan THR ASN di tahun 2025, seiring dengan arahan efisiensi anggaran APBN 2025. Efisiensi itu ditegaskan dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1/2025 serta Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartartos mengaku belum bisa memastikan nasib THR dan gaji ke-13 PNS di tengah efisiensi anggaran ini. Kata dia, urusan itu kewenangan Kementerian Keuangan.

Bacaan Lainnya

“Persiapan sudah ada. Persiapan akan diumumkan,” kata Airlangga, dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu, 5 Februari 2025.

Sebagai informasi, Berdasarkan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02-2025, para menteri/pemimpin lembaga diminta untuk melakukan penilaian kembali tugas, fungsi, dan kewenangannya dalam rangka efisiensi atas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Efisiensi atas belanja seluruh K/L di APBN 2025 dipatok mencapai Rp26,1 triliun.

Para menteri atau pimpinan lembaga diminta mengidentifikasi rencana efisiensi belanja sesuai besaran yang masing-masing telah ditetapkan. Identifikasi mencakup belanja operasional dan nonoperasional.

Namun, rencana efisiensi tersebut tidak termasuk komponen belanja pegawai dan bantuan sosial. Sementara THR dan gaji ke-13 selama ini masuk dalam komponen belanja pegawai, yang alokasinya pada APBN 2025 mencapai Rp 521,4 triliun. Belanja pegawai pada tahun ini naik Rp60,6 triliun dibandingkan 2024, yang besarnya Rp460,8 triliun.***

Pos terkait