Benarkah yang Pernah Memegang Tongkat Kiai Cokro Bakal Jadi Pemimpin Besar?

Anies Baswedan mengunggah foto sedang memegang Tongkat Kiai Cokro di akun Instagram pribadinya. (Dok. Instagram @aniesbaswedan)
Pangeran Diponegoro, semasa hidupnya, diyakini memiliki sebuah tongkat yang selalu menemaninya, bernama Kiai Cokro. Konon, siapa pun yang memegang tongkat ini akan menjadi seorang pemimpin besar. Orang Indonesia pertama yang tercatat pernah memegangnya di era pasca-kolonial adalah Anies Baswedan.

Pada tahun 1834—atau empat tahun setelah Perang Jawa yang dipimpin Diponegori berakhir—tongkat tersebut dibawa ke Belanda untuk dijadikan sebagai hadiah. Tongkat ini dirawat oleh keluarga Braud yang berpengaruh di Belanda selama ratusan tahun. Tongkat ini pun diserahkan kembali kepada Indonesia pada tahun 2015.

Saat penyerahan tersebut, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ketika itu Presiden Joko Widodo atau Jokowi sedang berkunjung ke Filipina. Anies pun menjadi sosok pertama dari Indonesia yang memegang tongkat ini.

Sejak berada di Belanda, tongkat tersebut dikabarkan menjadi buruan banyak kolektor. Maka dari itu, ketika dibawa ke Indonesia, prosesnya dilakukan secara rahasia. Anies ketika itu mengaku takjub karena pernah memegang tongkat milik Pangeran Diponegoro itu.

Bacaan Lainnya

“Di situ, saya pertama kali melihat tongkat ini, Masya Allah, tongkatnya memang bagus, dan kayunya tua sekali, berumur sekitar 200 tahun,” kata Anies ketika itu.

Anies Baswedan, sebagai Mendikbud RI, menerima penyerahan Tongkat Cokro dari perwakilan Pemerintah Belanda pada tahun 2015. (aniesbaswedan.com)

Sementara itu, disadur dari berbagai sumber, Pangeran Diponegoro disebut telah memegang tongkat Kiai Cokro sejak 1815, 10 tahun sebelum pecah Perang Jawa. Dia mendapatkan tongkat itu, kabarnya, dari seorang warga biasa asal Jawa.

Tongkat dinamakan Tjokro atau Cakra karena ujungnya bulat seperti bulan. Simbol ini begitu diyakini penting bagi Pangeran Diponegoro. Pasalnya, Cakra adalah senjata Dewa Wisnu yang inkarnasinya ke-7 sebagai penguasa dunia.

Tongkat tersebut juga dikaitkan dengan mitologi Jawa tentang kedatangan Sang Ratu Adil atau Erucakra. Diponegoro memakai gelar ini di awal Perang Jawa, karena menganggap perjuangannya itu sebagai perang suci.

Pos terkait