Kuliner Khas 17 Agustus Perkuat Kebersamaan

Kuliner 17 Agustus
Ilustrasi tumpeng. (Pixabay)

Perayaan kemerdekaan terasa lengkap dengan sajian tumpeng, bubur merah putih, nasi liwet, hingga jajanan pasar yang menggambarkan semangat gotong royong.

Tanggal 17 Agustus selalu menjadi momen spesial bagi warga Indonesia. Acara rutin seperti upacara, lomba 17-an, dan kumpul bersama keluarga atau tetangga membuat perayaan semakin meriah. Perayaan hari kemerdekaan juga tidak akan terasa lengkap tanpa sajian kuliner khas nusantara.

Tradisi makan bersama saat 17 Agustus bukan sekadar mengisi perut. Makna kebersamaan dan gotong royong tergambar lewat hidangan yang biasanya disajikan dalam porsi besar dan dinikmati bersama.

Tumpeng dan Bubur Merah Putih

Tumpeng menjadi hidangan wajib dalam banyak acara perayaan. Nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi berbagai lauk seperti ayam, bihun, tempe orek, dan telur sudah lama digunakan dalam syukuran. Dalam tradisi masyarakat Jawa, tumpeng mengandung ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar segala urusan berjalan lancar.

Bacaan Lainnya

Bubur merah putih yang manis juga sering muncul. Warna merah dan putihnya menyerupai bendera Indonesia. Merah dilambangkan sebagai keberanian, sementara putih melambangkan kesucian. Bubur ini kerap dibagikan kepada tetangga sehingga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dirayakan melalui kebersamaan.

Nasi Liwet dan Lontong Sayur

Nasi liwet yang dimasak dengan bumbu gurih dan disajikan bersama ayam, tahu, tempe, sambal, serta lalapan cocok setelah beraktivitas di siang hari. Dalam beberapa tradisi, nasi liwet disusun memanjang di atas daun pisang sehingga orang-orang dapat duduk berdekatan sambil mengambil makanan. Cara penyajian itu mempererat interaksi antarwarga.

Lontong sayur sering menjadi pilihan sarapan atau makan setelah kegiatan padat. Hidangan yang terdiri dari lontong, kuah sayur berbumbu, telur, ayam, tahu, dan kerupuk ini dikenal sebagai makanan khas Betawi dan Padang. Menikmatinya bersama tetangga sebelum lomba menjadi momen sederhana untuk mempererat hubungan.

Es Campur dan Jajanan Pasar

Setelah makanan berat, es campur menjadi pilihan yang menyegarkan. Keragaman isian seperti buah, cincau, jelly, kolang-kaling, dan sirup digambarkan sebagai cerminan Indonesia yang terdiri dari banyak perbedaan namun tetap menyatu.

Jajanan pasar seperti klepon, onde-onde, nagasari, kue ku, dan aneka kue basah yang ditata dalam satu tampah juga cocok dihidangkan saat warga berkumpul. Ukurannya yang kecil membuat cemilan ini praktis disantap sambil mengobrol atau menonton perlombaan. Keberagaman bentuk dan rasa di satu tampah menjadi gambaran nyata mengenai kekayaan budaya Indonesia.***

Pos terkait