Pemerintah Kota Surabaya bersama Forum Pembauran Kebangsaan membagikan 1.000 Bendera Merah Putih kepada warga. Gerakan ini digelar untuk menyambut HUT kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-81.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya bekerja sama dengan Forum Pembauran Kebangsaan Kota Surabaya menyerahkan bendera tersebut sebagai bagian dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih. Tujuannya membangkitkan semangat nasionalisme dan memperkuat persatuan masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengapresiasi inisiatif FPK yang secara konsisten menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat wawasan kebangsaan. Menurutnya, gerakan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai nasionalisme di tengah keberagaman warga Surabaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada FPK Kota Surabaya atas sinergi yang terus terjalin. Kegiatan ini bukan hanya membagikan bendera, tetapi juga menyebarkan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat Surabaya yang majemuk,” kata Tundjung, Selasa (4/8/2026).
Semangat Kebangsaan Harus Dipelihara
Tundjung menambahkan semangat kebangsaan harus terus dipelihara melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan Surabaya merupakan rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dibangun secara bergotong royong agar menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh warga.
“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan itulah Surabaya akan terus tumbuh sebagai kota yang harmonis, toleran, dan penuh semangat gotong royong,” tegasnya.
Ketua FPK Kota Surabaya Hoslih Abdullah menyampaikan pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan kemerdekaan. Langkah ini menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan.
“Kemerdekaan adalah warisan perjuangan para pahlawan. Karena itu kami berharap seluruh warga Surabaya mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang bangsa. Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam sikap saling menghargai, menjaga persatuan, dan bergotong royong membangun Indonesia,” ujar Hoslih.





