Bareskrim Bongkar Produksi Vape Etomidate di Kos Kemang, 3 Tersangka Ditangkap

Ilustrasi menggambarkan pengungkapan tempat produksi vape ilegal dan jaringan tersembunyi yang diduga mengendalikan pasokan serta peredarannya.

Polisi menyebut peracik direkrut melalui Facebook Messenger dengan iming-iming Rp30 juta per minggu ditambah uang makan Rp2 juta per hari. Produksi dilakukan di kamar kos menggunakan bahan dan peralatan yang dikirim oleh jaringan.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar tempat produksi vape yang diduga mengandung etomidate di sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan masih memburu pihak lain yang diduga berada dalam jaringan tersebut.

Penggerebekan dilakukan di kamar nomor 14 lantai dua NP Residence, Jalan Kemang Timur Nomor 11, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan penyelidikan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan pembuatan narkotika dalam bentuk vape di wilayah Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

“Tim 1 Narkotika Subdit III Dittipidnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape yang diduga berisikan cairan narkotika di daerah Jakarta Selatan,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Barang bukti etomidate yang disita Bareskrim Polri dari sebuah rumah kos di Kemang, Jaksel. (Istimewa)

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan di kawasan Kemang. Polisi berkoordinasi dengan tim analis untuk melakukan profiling terhadap kamar kos yang dicurigai digunakan sebagai tempat produksi.

Sekitar pukul 01.30 WIB, penyidik meminta keterangan petugas keamanan kos. Petugas keamanan mengaku sebelumnya melihat seseorang menerima sebuah paket berukuran besar.

Kecurigaan bertambah setelah terdengar suara seperti botol kaca berbenturan serta tercium bau tidak biasa dari kamar nomor 14 di lantai dua.

Tim bergerak menuju NP Residence sekitar pukul 03.30 WIB dan memasuki kamar tersebut sekitar pukul 04.00 WIB.

Di dalam kamar, polisi menemukan FS sedang melakukan aktivitas yang diduga merupakan produksi vape mengandung etomidate. Penangkapan FS kemudian dikembangkan hingga polisi menangkap dua orang lain dan menetapkan total tiga orang sebagai tersangka.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial FS, RFS, dan HSS.

Produksi Dikendalikan dari Jarak Jauh

Penyidikan sementara menunjukkan produksi vape tersebut diduga tidak dilakukan atas inisiatif FS sendiri. Polisi menemukan indikasi adanya pihak lain yang merekrut, menyediakan lokasi dan bahan, serta memberikan instruksi pembuatan.

Menurut penyidik, pada Selasa, 4 Agustus 2026, FS mendapat tawaran pekerjaan dari RFS melalui Facebook Messenger. Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp.

Pekerjaan yang ditawarkan adalah meracik bahan dan memasukkan cairan yang diduga mengandung etomidate ke dalam cartridge vape.

Sebagai imbalan, FS disebut dijanjikan upah Rp30 juta per minggu dan uang makan Rp2 juta per hari.

Setelah menerima tawaran tersebut, FS menuju kamar kos di Kemang. Polisi menyebut akses terhadap kamar serta bahan yang diperlukan untuk produksi telah diatur oleh jaringan.

Bahan baku dikirim dalam sebuah paket menggunakan layanan kurir instan dan diambil di lobi kos.

Proses peracikan juga diduga diarahkan dari jarak jauh. Berdasarkan pengembangan penyidikan yang disampaikan polisi, FS memperoleh instruksi mengenai cara pembuatan vape tersebut melalui komunikasi dengan pihak lain.

Dengan pola tersebut, kamar kos berfungsi sebagai tempat perakitan atau produksi, sementara pihak yang diduga menjadi pengendali dan pemasok bahan tidak harus berada di lokasi.

Polisi Sita 176 Cartridge

Penggeledahan kamar menghasilkan 176 cartridge yang diduga mengandung etomidate, bahan baku, serta berbagai perlengkapan produksi.

Barang yang diamankan antara lain 141 cartridge dalam tray, 23 cartridge dalam kemasan tertentu, 10 cartridge dalam kemasan lainnya, serta dua cartridge lain.

Selain produk yang telah dimasukkan ke cartridge, polisi menemukan sekitar 50 gram serbuk putih, empat botol kaca berisi cairan yang diduga etomidate, dan enam botol propylene glycol atau PG.

Penyidik turut menyita peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, seperti magnetic stirrer, hotplate, alat penyegel, power supply, spuit, botol, cartridge kosong, tray, serta kemasan produk.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penyidik mendalami skala produksi serta kemungkinan vape yang sudah lebih dahulu keluar dari kamar tersebut.

Jaringan Pemasok dan Distribusi Diburu

Pengungkapan belum berhenti pada tiga tersangka.

Penyidik masih menelusuri siapa yang memasok etomidate dan bahan baku, siapa yang membiayai produksi, serta ke mana cartridge yang selesai dibuat akan diedarkan.

Polisi juga mendalami komunikasi digital para tersangka untuk mengidentifikasi pihak yang memberikan perintah dan mengatur pengiriman bahan.

Hasil pemeriksaan urine yang disampaikan polisi menunjukkan FS dan RFS positif mengandung metamfetamina atau sabu.

Sementara itu, jumlah vape yang diduga telah diproduksi atau diedarkan sebelum penggerebekan belum diumumkan. Nilai ekonomi barang yang diproduksi dan wilayah yang menjadi target distribusi juga masih dalam pengembangan penyidik.

Dengan demikian, pengungkapan di Kemang masih berada pada tahap pengembangan jaringan. Tiga orang telah berstatus tersangka, tetapi polisi masih menelusuri aktor yang diduga berada di atas para peracik dan mengendalikan rantai pasokan hingga distribusi.***

Pos terkait