Sebanyak 7.840 prajurit dijadwalkan bergerak dalam tiga tahap. Sebanyak 13.140 lainnya disiagakan di markas. TNI belum merinci alasan operasionalnya.
TNI Angkatan Laut menyiapkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di Jakarta. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan pengerahan dilakukan bertahap di bawah kendali operasi Kodam Jaya.
Angka 20.980 itu meliputi prajurit yang dijadwalkan bergerak dan personel yang tetap bersiaga di markas. Dengan demikian, seluruhnya tidak dapat disebut telah ditempatkan di lapangan.
Sebagian Pasukan Tetap di Markas
Menurut Yayan, tahap pertama dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan di wilayah Jakarta.
Tahap kedua dan ketiga dijadwalkan pada 4 November. Sebanyak 5.740 prajurit dari luar Jakarta disiapkan bergerak melalui jalur darat dan menggunakan kapal perang.
Adapun 13.140 personel pada tahap keempat berada dalam status siaga di markas satuan. Mereka disiapkan untuk digerakkan apabila diperlukan.
“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Muhammad Nas menyebut kesiapsiagaan pasukan sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan negara. Ia belum menjelaskan tujuan operasional pengerahan tersebut secara lebih rinci.
Berbarengan dengan Kasus Penyadapan
Rencana pengamanan itu diumumkan ketika Bareskrim Polri menangani dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Polisi telah menahan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan dua tersangka lain di Rutan Mabes Polri.
Namun, keterangan TNI yang tersedia belum menyebut perkara penyadapan sebagai alasan penyiapan pasukan. Keterkaitan kedua peristiwa itu belum dapat dipastikan hanya dari waktu pengumumannya yang berdekatan. ***





