Ziarah menjelang Hari Jadi ke-81 Jawa Timur mengingatkan peran Gubernur Suryo, penolak ultimatum Inggris sebelum pertempuran Surabaya.
Tag: Sejarah
Buklet Penjajah Menjual Jamu Seabad Lalu, Uji Klinisnya Belum Juga Menyusul
Dari sekitar 20 ribu izin edar jamu, baru 20 produk yang mengantongi bukti uji klinis. Pola yang sudah terbentuk sejak katalog jamu era Hindia Belanda.
Hangabehi Resmi Dinobatkan Jadi PB XIV Versi Dewan Adat
Hangabehi resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Solo Pakubuwono XIV versi Lembaga Dewan Adat pada 5 September 2026. Penobatan ini mempertegas dualisme kepemimpinan di keraton usai Purboyo lebih dulu diangkat pada 2025.
Lomba Makan Kerupuk, Jejak Sulitnya Masa Perjuangan
Lomba makan kerupuk mulai marak dalam perayaan kemerdekaan pada 1950-an. Permainan rakyat ini kerap dimaknai sebagai pengingat kesederhanaan dan kesulitan pangan pada masa perjuangan.
Bangsa atau Negara: Siapa yang Merdeka pada 17 Agustus 1945?
Dua kata dalam Proklamasi—“atas nama”—pernah dipakai untuk meragukan kelahiran Indonesia. Delapan dekade kemudian, persoalannya justru apakah negara masih mewakili bangsanya.
Mengapa Soekarno Memilih Boedi Oetomo?
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional menyimpan perdebatan: mengapa Boedi Oetomo dipilih, bukan Sarekat Prijaji atau Indische Partij?
Muhaimin Desak NU Kembali Bermusyawarah
Muhaimin Iskandar mengkritik keras kepemimpinan PBNU terkait konflik internal dan sistem voting. Simak analisis historis suksesi kepemimpinan NU di sini.
Sejarah Panjang THR di Indonesia: Berawal dari Kebijakan Hadiah Lebaran 1951
Simak sejarah THR di Indonesia yang dicetuskan Perdana Menteri Soekiman pada 1951. Dari “Hadiah Lebaran” bagi PNS hingga menjadi hak wajib seluruh buruh.
Tebuireng hingga Al-Aqsa: Mengingat Kembali Akar Sejarah Hubungan Indonesia dan Palestina
Membaca kembali sejarah panjang diplomasi dan kedekatan spiritual Indonesia-Palestina. Mulai dari dukungan Mufti Amin al-Husseini hingga pengorbanan Muhammad Ali Taher.
Lagu Hilang Soepratman ‘Ratap Si Parto’ Ditemukan Lagi
Lagu “Ratap Si Parto” karya WR Soepratman ditemukan kembali di arsip Perpustakaan Nasional dan diperkenalkan ulang dalam peringatan Hari Musik Nasional di Surabaya. Karya era 1920-an ini mengungkap sisi lirih sang komponis Indonesia Raya.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









