Presiden Prabowo sentil nasib Rumah Radio Bung Tomo yang dibongkar meski berstatus Cagar Budaya. Situs bersejarah di Surabaya ini diratakan pada 2016 demi lahan parkir, padahal dulunya markas siaran perjuangan Bung Tomo.
Tag: Sejarah
Apa yang Bisa Dipelajari dari Hari Ibu?
Hari Ibu 22 Desember menyimpan pelajaran sejarah tentang perjuangan, emansipasi, dan tantangan keadilan gender yang masih relevan hingga hari ini.
Mengetahui Asal Mula Perayaan Natal: Kelahiran, Tradisi, dan Makna yang Terus Hidup
Natal bukan sekadar perayaan kelahiran Yesus, melainkan peristiwa iman yang berlapis sejarah, tradisi Romawi, dan makna kasih Allah bagi manusia.
Asal-usul Simbol “@”: Dari Amphora Yunani ke Dunia Digital
Simbol “@” yang kini dikenal di alamat email ternyata berawal dari singkatan kata amphora bangsa Yunani dan berevolusi jadi ikon digital global.
Sumitro Djojohadikusumo: Begawan Ekonomi yang Menolak Disebut Arsitek
Sumitro Djojohadikusumo, Begawan Ekonomi Indonesia yang rendah hati, mengajarkan bahwa ekonomi sejati adalah tentang manusia dan keberanian menjaga impian.
Soekarno dan Yamin: Dua “Arsitek” di Balik Sumpah Pemuda
Istilah “Sumpah Pemuda” bukan berasal dari 1928, melainkan diciptakan Soekarno dan Yamin tahun 1954 untuk meneguhkan persatuan di tengah ancaman perpecahan bangsa.
13 Tokoh di Balik Sumpah Pemuda: Dari Beragam Daerah, Bersatu untuk Indonesia
Kisah 13 tokoh muda dari berbagai daerah yang melahirkan Sumpah Pemuda 1928, simbol persatuan dan semangat kebangsaan Indonesia.
Bara Modernitas Itu Menyala dari Timur
Modernitas bukan monopoli Barat. Jauh sebelum mesin uap Inggris, empu Nusantara sudah menempa logam dengan sains dan spiritualitas yang menyatu.
Waktunya Timur Merebut Kembali Narasinya
Sudah terlalu lama Timur dilihat lewat mata Barat. Kini saatnya kita menulis sejarah sendiri — merebut narasi, menghidupkan kembali cahaya peradaban dari Timur.
Stop Jadi Figuran, Timur Harus Menulis Ulang Dirinya Sendiri
Di era algoritma, penjajahan belum berakhir. Timur masih ditulis oleh narasi Barat. Kini saatnya menulis ulang diri sendiri—melawan orientalisme digital dengan karya dan gagasan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









