Menurut Munafsih dalam Ensiklopedia Pramuka Indonesia, Pramuka—singkatan dari Praja Muda Karana—berarti warga negara muda yang berkarya.
Tag: Sejarah
Rempah-Rempah: Komoditas Kecil yang Menggerakkan Roda Sejarah Kapitalisme Dunia
Rempah menjadi poros yang memutar roda ekonomi global dan memetakan ulang peta kekuasaan dunia.
Sejarawan Sunda Enang Rokajat: Perang Bubat Tak Masuk Akal, Sejarah Harus Pakai Logika
Enang mengkritik sumber utama kisah Perang Bubat: Kitab Pararaton dan Carita Parahyangan. Menurutnya, Pararaton ditulis tahun 1535, atau 178 tahun setelah peristiwa yang dikisahkan.
Kontroversi Buku Sejarah Baru: ‘Tone Positif’ atau Pemutihan Sejarah?
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggulirkan wacana penulisan ulang sejarah nasional Indonesia ditulis dengan “tone positif”, dengan alasan untuk mempersatukan bangsa, bukan mencari-cari kesalahan.
Fadli Zon Menulis Ulang Sejarah Indonesia: Bagian Mana Saja yang Dikoreksi dan Apa Urgensinya?
Fadli Zon mengeklaim bahwa proyek ini dikerjakan untuk memperkuat identitas nasional dan kebanggaan generasi muda. Dan itu, menurut dia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Fadli Zon Bakal Revisi Sejarah Indonesia Dijajah Belanda Selama 350 Tahun. Apa Alasannya?
Terkait berapa lama penjajahan Belanda di Indonesia, sebelumnya Samudra Fakta pernah membahasnya dalam ulasan panjang. Klik tautan di akhir artikel, sebagai pembanding.
Menilik Sejarah Hari Buku Sedunia yang Diperingati Setiap Tanggal 23 April
Gagasan awal hari perayaan ini dicetuskan oleh penulis asal Spanyol, Vicente Clavel Andres, pada tahun 1922. Ia mencetuskan ide tersebut untuk menghormati Miguel de Cervantes, penulis legendaris Spanyol.
Naskah “Sang Hyang Siksa Kandang Karesian” dan Karya Hamzah Fansuri Masuk Nominasi Memory of the World UNESCO. Naskah Apa Itu?
Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian yang kini disimpan di Perpustakaan Nasional dengan nomor registrasi L 630 itu merupakan naskah Sunda kuno dari abad ke-16.
3 April Diusulkan sebagai Hari NKRI. Apa yang Terjadi di Tanggal Itu?
Penetapan tersebut adalah penghormatan terhadap hadirnya kembali NKRI melalui mosi integral yang disampaikan Mohammad Natsir.
‘Kondangan Boleh Kurangin, Korupsi Jangan Kerjain’: Pesan Moral yang Dihapus dari Lagu ‘Hari Lebaran’
Penyanyi masa kini tak membawakan lagu ‘Hari Lebaran’ secara utuh. Pesan antikosupsinya ditinggal begitu saja. Takut?
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









