Eropa Memasuki Pekan Panas Ekstrem: Sekolah Tutup hingga Kereta Dibatalkan

Cuaca panas ekstrem melanda Prancis beberapa waktu terakhir. (Tangkapan Layar Reuters)

Gelombang panas yang mendorong suhu mendekati 40 derajat Celsius mulai mengganggu layanan publik di sejumlah negara Eropa. Prancis menutup 845 sekolah dan membatalkan puluhan perjalanan kereta. Sementara Italia serta Spanyol meningkatkan peringatan kesehatan dan pembatasan aktivitas luar ruang.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa mulai mengganggu sekolah, perjalanan kereta, kegiatan luar ruang, hingga layanan kesehatan publik.

Prancis memerintahkan 845 sekolah tutup pada Senin, 22 Juni 2026, ketika suhu di sejumlah wilayah diperkirakan dapat mencapai 42 derajat Celsius. Pemerintah juga membatasi konsumsi alkohol di ruang publik pada zona siaga merah, serta menyesuaikan sejumlah konser, kegiatan olahraga, dan agenda luar ruang.

Bacaan Lainnya

Peringatan panas merah diterapkan di 49 departemen Prancis mulai Senin siang. Angka itu bertambah dari sehari sebelumnya, seiring cuaca panas diperkirakan meluas dan bertahan setidaknya hingga sebagian besar pekan ini.

Gangguan juga menjalar ke sektor transportasi. Operator kereta nasional Prancis, SNCF, membatalkan 71 perjalanan kereta antarkota atau Intercités pada sejumlah rute utama hingga Senin.

Kepala SNCF Jean Castex meminta penumpang yang rentan terhadap panas, termasuk lansia dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu, menunda perjalanan bila memungkinkan.

“Kami merekomendasikan orang-orang yang paling rentan untuk menunda perjalanan mereka atau setidaknya menghindari kereta selama gelombang panas ini,” kata Castex kepada wartawan pada Minggu, 21 Juni.

Menurut SNCF, suhu tinggi berisiko mengganggu jaringan kereta karena rel dapat memuai dan kabel listrik udara berpotensi mengalami kerusakan. Perusahaan mengerahkan 3.500 petugas untuk memantau jaringan dan menambah 2.000 pekerja untuk perbaikan darurat.

Di Paris, sejumlah lokasi publik memasang titik semprot air untuk membantu warga dan wisatawan menghadapi panas. Pemerintah juga memperkuat kesiapsiagaan layanan darurat, risiko kebakaran hutan, serta pengawasan pasokan air untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.

Panas Ekstrem Menyebar

Gangguan serupa terlihat di negara-negara Eropa lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan