Kasus pencurian fasilitas umum (fasum) di taman-taman Kota Surabaya masih marak terjadi. Selain kursi besi, pelaku juga menyasar kabel lampu hias, pot tanaman, hingga bunga yang dipasang untuk mempercantik ruang publik.
Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menawarkan hadiah Rp300 ribu bagi warga yang berhasil mendokumentasikan aksi pencurian tersebut. Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan taman kota tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai tempat interaksi sosial bagi masyarakat. Karena itu, Pemkot melengkapi taman dengan berbagai fasilitas, mulai dari area bermain anak, tempat duduk, lampu hias, hingga ornamen dekoratif.
“Jadi kalau jumlah seluruh taman Kota Surabaya itu lebih dari 800, dan untuk taman aktif jumlahnya ada 47. Taman aktif itu di mana ada aktivitas warga bertemu. Makanya kita harus jaga taman itu bersih supaya warga mau datang,” kata Fikser, Sabtu (8/8/2026).
Kursi Besi Jadi Sasaran Utama Pencurian
Fikser menjelaskan, meski telah dilengkapi berbagai fasilitas, taman kota justru kerap menjadi sasaran pencurian. Salah satu yang paling sering hilang adalah kursi besi yang dipasang di taman maupun pedestrian.
Kursi besi tersebut, kata dia, mulai dipasang sejak 2016 hingga 2026. Hingga kini, sekitar 220 titik kursi telah tersedia sebagai fasilitas bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Nilai setiap unit kursi pun tidak murah, yakni lebih dari Rp3 juta.
“Satu kursi itu hampir Rp3 juta lebih. Karena memang berat, dia kan (bahan) dari macam krom baja,” ujarnya.
Untuk mencegah aksi pencurian, DLH Surabaya telah memasang sejumlah sistem pengaman. Kursi-kursi tersebut dipasang menggunakan baut drat khusus dan dilas pada bagian kaki agar tidak mudah dipindahkan. Namun, upaya itu diakui belum sepenuhnya mampu menghentikan aksi pelaku.
“Selain memang berat, kita juga pasang semacam las yang kita kunci di kaki, kita juga pakai baut drat untuk kita kunci, ada juga yang dilas. Untuk menjaga supaya kursi itu tidak diambil dan tidak bergeser, tapi kenyataannya juga ada yang diambil,” katanya.





