Di Italia, otoritas pada Minggu mengeluarkan peringatan merah di delapan kota, termasuk Bologna, Florence, Milan, dan Turin. Suhu di sejumlah kota di Italia utara dan tengah berada pada kisaran akhir 30 derajat Celsius.
Pemerintah Italia mengoperasikan sistem peringatan panas di 27 kota dan menerbitkan buletin harian untuk mengidentifikasi wilayah dengan risiko kesehatan tertinggi. Sistem itu secara khusus ditujukan untuk melindungi lansia, anak-anak, ibu hamil, serta warga dengan penyakit kronis.
Di Spanyol, badan meteorologi AEMET menyatakan gelombang panas pertama pada musim panas 2026 diperkirakan bertahan setidaknya hingga Kamis. Sebanyak 13 dari 17 wilayah Spanyol berada dalam peringatan oranye pada Minggu, sementara wilayah Basque berada dalam status merah.
Suhu hingga sekitar 40 derajat Celsius diperkirakan terjadi di sejumlah bagian Semenanjung Iberia dan Mallorca. Pemerintah daerah di beberapa wilayah telah membatasi olahraga serta kegiatan budaya di luar ruangan.
Panas juga mulai menjadi perhatian di Jerman dan Inggris. Badan meteorologi Jerman memprakirakan suhu dapat mencapai 37 derajat Celsius pada Senin dan Selasa, lalu mendekati 39 derajat Celsius pada Rabu. Inggris mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk sebagian besar wilayah selatan Inggris dan sebagian Wales hingga Kamis.
Gelombang panas kali ini dipicu massa udara panas dari Afrika Utara yang terdorong ke Eropa oleh sistem tekanan tinggi. Fenomena tersebut membentuk kubah panas yang menahan udara panas di atas Eropa barat dan tengah selama beberapa hari.
Situasi itu membuat panas ekstrem tidak lagi semata menjadi isu prakiraan cuaca. Pada Senin, 22 Juni, dampaknya telah terlihat langsung pada layanan pendidikan, transportasi, agenda publik, serta perlindungan kelompok warga yang paling rentan.***





