Panas terik yang mendadak berganti hujan menjadi tanda paling terasa bahwa Surabaya dan sekitarnya sedang memasuki masa pancaroba.
Warga Surabaya dan sekitarnya belakangan merasakan cuaca yang berubah cepat dalam satu hari. Siang terasa terik, tetapi tak lama kemudian hujan turun tiba-tiba. BMKG menyebut pola seperti itu merupakan salah satu ciri wilayah yang sedang masuk masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda Thariq Harun mengatakan masa peralihan di Jawa Timur diperkirakan masih berlangsung hingga awal Mei 2026. “Lebih tepatnya saat ini masa peralihan. Diprediksi hingga awal Mei,” ujar Thariq Harun, Prakirawan BMKG Juanda, Senin, 6 April 2026.
BMKG sebelumnya juga menyebut sebagian besar Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April 2026. Perubahan itu ditandai oleh peralihan angin baratan ke angin timuran, tetapi pada fase transisi hujan masih bisa turun di sejumlah wilayah.
Tanda yang Mulai Terasa
Selain panas yang lebih menyengat pada siang hari, tanda lain perubahan cuaca terlihat dari hujan yang datang tidak menentu, kadang disertai petir dan angin kencang. Dalam pembaruan BMKG untuk sepekan ke depan, masa peralihan memang masih membuka peluang hujan lebat di sejumlah daerah.
Kelembapan udara yang tinggi juga membuat suasana terasa gerah meski hujan masih turun. Pada prakiraan harian Surabaya, suhu berkisar 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 69 sampai 97 persen. Kondisi ini membuat cuaca terasa lembap dan cepat berubah.
BMKG mengingatkan, pola cuaca seperti ini perlu diwaspadai karena bisa memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, petir, angin kencang, hingga puting beliung. “Masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat karena perubahan kondisi cuaca di masa peralihan dapat memicu berbagai penyakit,” kata Thariq Harun, Prakirawan BMKG Juanda, Senin, 6 April 2026.
Warga Diminta Bersiap
BMKG menyarankan warga memakai pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, memperbarui informasi cuaca, dan mulai bijak menggunakan air bersih. Langkah itu penting karena setelah fase pancaroba berakhir, sebagian wilayah Jawa Timur diperkirakan bergerak menuju musim kemarau.





