Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Bediding yang Melanda Jawa Timur

Bediding di Jawa Timur
Foto embun upas di Gunung Bromo, Jawa Timur, saat bediding berlangsung. - Wikipedia

Fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, yakni kondisi udara terasa sangat dingin saat musim kemarau akibat kombinasi udara kering, langit cerah, dan pelepasan panas bumi pada malam hari.

Warga di wilayah Jawa Timur mulai merasakan udara yang lebih dingin dibandingkan hari-hari biasanya. Suhu udara pada malam hingga pagi hari akan mencapai 15 derajat Celsius, bahkan lebih rendah di sejumlah kawasan, sehingga menimbulkan sensasi dingin yang cukup terasa, terutama menjelang subuh.

Bacaan Lainnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena bediding akan terus berlangsung hingga September 2026 mendatang. Prakirawan BMKG Linda Fitrotul menuturkan, jika suhu dingin yang terjadi pada Juli hingga September merupakan fenomena yang normal setiap musim kemarau.

Kondisi tersebut dipicu oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

“Fenomena suhu dingin pada Juli, Agustus hingga September merupakan hal yang wajar. Saat ini kita berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering,” kata Linda dikutip Kamis (2/7/2026).

Menurut Linda, minimnya tutupan awan juga memperkuat penurunan suhu. Pada siang hari permukaan bumi menyerap panas matahari secara maksimal.

Akan tetapi ketika malam tiba, panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer sehingga suhu udara turun cukup drastis. Fenomena itu tidak hanya dirasakan warga di Malang saja. Namun juga hampir menyeluruh wilayah Jawa Timur.

Linda menyebut wilayah Malang yang memiliki karakteristik geografis yang membuat udara terasa lebih dingin dibanding daerah lain.

“Malang berada di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut, bahkan Kota Batu mencapai lebih dari 700 sampai 1.700 mdpl. Semakin tinggi elevasi suatu wilayah, maka suhunya juga semakin rendah,” terangnya.

BMKG juga mengungkap, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, yakni kondisi udara terasa sangat dingin saat musim kemarau akibat kombinasi udara kering, langit cerah, dan pelepasan panas bumi pada malam hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan