Situs Muktamar NU Muncul, NTB Siap Cetak Sejarah Tuan Rumah

Tampilan situs muktamarnu35.com. - TANGKAPAN LAYAR ISTIMEWA

Kemunculan situs web muktamarnu35.com memicu dukungan publik agar Nusa Tenggara Barat mencetak sejarah baru sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.


Publik dikejutkan oleh kemunculan situs web muktamarnu35.com pada Kamis pagi, 2 Juli 2026. Laman tersebut secara terang-terangan menampilkan informasi bahwa Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Situs itu bahkan merinci jadwal pelaksanaan pada 1-5 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, NTB.

Meski situs tersebut kini beralih status ke dalam masa pemeliharaan, jejak digitalnya telanjur menyita perhatian dan menuai respons positif. Pengamat NU sekaligus mantan Ketua PCINU Amerika Serikat-Kanada, Muhammad Izzul Haq Dimyathi, mengapresiasi kesiapan dan keberanian PWNU NTB.

Bacaan Lainnya

“Inisiatif lokal seperti ini bagus untuk didukung. Apalagi berdasarkan catatan sejarah, selama ini belum pernah kita mengadakan Muktamar NU di kawasan Nusa Tenggara. Biar tidak Jawa-sentris,” ujar pria yang akrab disapa Gus Izzul tersebut kepada *Samudrafakta*, Kamis, 2 Juli 2026.

Konsolidasi Masif PWNU NTB

Ketua PWNU NTB Prof. Masnun Tahir menegaskan bahwa antusiasme ini tidak sekadar wacana. Pihaknya terus menggenjot konsolidasi internal untuk mematangkan pencalonan Bumi Gora.

Mereka bergerak proaktif menjalin komunikasi dengan pengurus NU lintas tingkatan, badan otonom, hingga jajaran pemerintah daerah.

Prof. Masnun mengungkap bahwa gubernur dan sejumlah bupati telah menyatakan komitmen resmi untuk mendukung perhelatan akbar ini. Gelombang dukungan juga mengalir deras dari pengurus NU di NTT, Sulawesi, Kalimantan, Riau, hingga Pulau Jawa.

“Dukungan yang terus berdatangan ini menjadi energi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara lebih serius dan terukur,” tuturnya.

Empat Kriteria Ketat PBNU

Di tengah kesiapan NTB, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap memegang kendali evaluasi melalui standar yang ketat. Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026 Prof. Mohammad Nuh memaparkan bahwa PBNU akan menerjunkan tim khusus untuk mengkaji daerah-daerah kandidat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan