Presiden Prabowo memoles wajah baru RAPBN 2027 dengan deretan megaproyek fisik skala besar. Program Makan Bergizi Gratis tak lagi mendominasi panggung pidato kenegaraannya.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengubah orientasi prioritas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027. Pada pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2026, ia lebih banyak memaparkan target proyek fisik. Rincian anggaran program andalan tak lagi mendominasi.
Prabowo hanya mengumumkan angka makro APBN 2027 tanpa merinci alokasi per sektor secara khusus. “Belanja Negara 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun,” kata Prabowo di kompleks parlemen, Jakarta. Pemerintah juga mematok pendapatan Rp3.426 triliun dan defisit Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto.
Ihwal penyampaian, pendekatan ini berbeda tajam dengan Nota Keuangan tahun lalu. Kala itu, ia menyebut gamblang anggaran pendidikan Rp757,8 triliun dan Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 triliun. Kini, rincian sektoral tersebut absen dari sorotan utama paripurna.
Menepinya MBG dan Kopdes Merah Putih
Dalam naskah terbarunya, Prabowo tak lagi mengurai target penerima makan bergizi maupun operasional lembaga terkait. Ia sekadar menyinggung urusan gizi ini dalam satu kalimat kiasan semata. “Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat,” ujarnya.
Sebelumnya, pelaksanaan program makan gratis sempat tersandung krisis integritas dalam perjalanannya. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana terjerat kasus rasuah pada awal 2026. Skandal korupsi ini berujung pada perombakan pucuk pimpinan lembaga tersebut.
Selain itu, sorotan sektor pendidikan bergeser tajam menuju pembangunan infrastruktur fisik. Pemerintah menargetkan perbaikan seluruh sekolah rusak rampung maksimal pada 2029. Prabowo juga mengklaim pengadaan Layar Pintar Interaktif sukses ditekan dari Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit.
Sementara itu, fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) kini bergeser menjadi penunjang fasilitas medis masyarakat. Prabowo tak lagi membahas peran koperasi sebagai pemotong rantai distribusi sembako atau pupuk. “Rencana kita juga di setiap gerai Koperasi Merah Putih akan ada klinik,” ucapnya.
Deretan Megaproyek Infrastruktur
Sebagai gantinya, panggung RAPBN 2027 diisi oleh sepuluh agenda megaproyek berskala nasional. Target ini mencakup renovasi 10.000 puskesmas dengan anggaran Rp4 miliar per titik. Pemerintah juga bakal membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit daerah.
Agenda lainnya mencakup pembangunan 100 gigawatt energi surya dan Pusat Finansial Internasional Indonesia. Negara juga merancang Tanggul Laut Raksasa di pantai utara Jawa yang butuh waktu 15-20 tahun. Untuk menyokong pembiayaan strategis, pemerintah menyiapkan Dana Manajemen Pembangunan Danantara.
Di sektor korporasi, pemerintah segera membubarkan 750 anak cucu Badan Usaha Milik Negara. Aksi ini bertujuan menyisakan 300 perusahaan pelat merah produktif pada akhir 2026. Pada saat yang sama, bursa komoditas strategis ditargetkan beroperasi pada 1 Januari 2027.
Di sektor otomotif, negara menebar insentif bagi pabrikan yang sanggup merakit satu juta motor listrik lokal. “Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus, menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional,” kata Prabowo.***





