Asal-usul Simbol “@”: Dari Amphora Yunani ke Dunia Digital

Dari wadah amphora di pasar Yunani kuno hingga layar email di era digital—simbol “@” telah menempuh perjalanan ribuan tahun untuk menjadi ikon komunikasi global. - Ilustrasi dibuat menggunakan SORA
Simbol “@” yang kini identik dengan alamat email ternyata lahir dari kebiasaan dagang bangsa Yunani ribuan tahun lalu.

Simbol “@” bukan sekadar tanda pemisah di alamat email. Di balik bentuknya yang sederhana, simbol ini menyimpan sejarah panjang yang berawal dari dunia perdagangan kuno.

“Itu sebenarnya sebuah singkatan,” kata Keith Houston, penulis Shady Characters: The Secret History of Punctuation. “Yang jadi pertanyaan, ini awalnya singkatan dari apa?” ujarnya, dikutip dari BBC.

Houston menelusuri asal-usul simbol @ hingga ke kebiasaan bangsa Yunani yang menggunakan wadah tanah liat bernama amphora untuk menyimpan anggur, minyak zaitun, dan gandum. Seiring waktu, amphora menjadi satuan ukuran dagang.

Bacaan Lainnya

“Para pedagang sering bilang, ‘Saya akan menjual sekian amphora barang dengan harga sekian,’” jelasnya.

Untuk menyingkat, para pedagang menulis huruf “a” dengan ekor panjang yang melingkar—cikal bakal simbol “@”. Catatan tertua yang memuat simbol ini ditemukan dalam surat tahun 1536 milik Francesco Lapi, pedagang asal Seville, Spanyol, yang menulis harga “satu amphora anggur” dengan tanda @. Namun, dugaan lain menyebut simbol serupa sudah muncul dalam naskah Bulgaria tahun 1375, meski bukan untuk konteks ekonomi.

Berabad-abad kemudian, simbol @ tetap bertahan. Dalam dunia akuntansi, ia digunakan untuk menandai harga per unit, misalnya “5 apel @ Rp1.000”. Ketika mesin ketik muncul di abad ke-19, tanda ini dimasukkan ke papan tombol karena fungsinya dalam urusan dagang.

“Mesin ketik diciptakan untuk mengurangi kesalahan tulisan tangan dan mempercepat administrasi,” kata Gerry Leonidas, profesor tipografi di University of Reading, Inggris.

Namun, momen penting datang pada 1971. Ray Tomlinson, insinyur komputer proyek ARPANET (cikal bakal internet), memilih simbol @ untuk memisahkan nama pengguna dan alamat jaringan dalam sistem pesan elektronik yang ia rancang. Format user@host pun lahir, menjadikan @ simbol digital paling berpengaruh di dunia modern.

Setiap negara memiliki sebutan unik untuk tanda ini. Italia menyebutnya chiocciola (siput), Belanda menyebut apenstaartje (ekor monyet), Rusia menyebut sobaka (anjing kecil), sementara Spanyol menamainya arroba, istilah kuno untuk satuan berat. Di bahasa Ibrani, @ dikenal sebagai strudel.

Pos terkait