BMKG menyebut musim hujan tahun ini datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama, dengan potensi hujan ekstrem yang meningkat di banyak wilayah Indonesia.
Musim hujan 2025/2026 resmi dimulai. Sejak awal November, sebagian besar wilayah Indonesia sudah diguyur hujan hampir setiap hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar zona musim kini memasuki fase awal hujan. Intensitasnya diperkirakan terus meningkat hingga awal tahun depan.
Menurut BMKG, puncak musim hujan akan terjadi antara November hingga Desember di wilayah barat Indonesia. Sementara Januari hingga Februari 2026 akan menjadi masa paling basah di kawasan timur dan selatan.
Artinya, setidaknya tiga hingga lima bulan ke depan masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi hujan deras, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana hidrometeorologi.
Cuaca Tak Lagi Bisa Diprediksi Secara Biasa
Tahun ini, pola cuaca tampak tidak berjalan sebagaimana mestinya. Laporan BMKG dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam durasi dan intensitas hujan.
“Musim hujan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan frekuensi hujan ekstrem meningkat,” tulis BMKG dalam laporan prediksi musimnya, Senin (3/11).
Data menunjukkan, sekitar 42 persen wilayah Indonesia mengalami musim hujan lebih awal dari biasanya. Durasi juga lebih panjang, terutama di wilayah tengah dan timur.
Fenomena ini membuat curah hujan harian cenderung meningkat tajam, dengan hari-hari hujan berturut-turut yang lebih banyak. Dampaknya, potensi banjir, longsor, dan gangguan infrastruktur pun ikut melonjak.
Masa Kritis Sudah Dimulai
BMKG menetapkan awal November sebagai fase resmi masuknya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sebagian besar Sumatera. Di banyak kota, hujan deras disertai angin kencang sudah mulai menjadi rutinitas sore hari.





