Profil dan Kekayaan Sekjen DPR RI Indra Iskandar yang Ruangannya Digeledah KPK Terkait Dugaan Korupsi Kelengkapan Rumah Dinas

Sekjen DPR RI Indra Iskandar. FOTO: dpr.go.id

Profil Indra Iskandar

Dikutip dari laman resmi DPR, Indra Iskandar adalah pria kelahiran Jakarta, 14 November 1966. Dia adalah lulusan jurusan Ilmu Teknik Sipil di Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta pada tahun 1994.

Indra pun kembali melanjutkan studi magisternya di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Ilmu Administrasi. Dia lulus pada tahun 2005 lalu.

Bacaan Lainnya

Setelah itu, Indra lagi-lagi menempuh studi magister di jurusan berbeda, yaitu Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pada tahun 2022.

Namun, sebelumnya, dia sudah memperoleh gelar doktor pada tahun 2020 dengan mengambil jurusan Manajemen Bisnis di Sekolah Bisnis IPB.

Karier Indra diawali sebagai Kasubag Proyek PBB di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selama dua tahun, dari tahun 2000-2022.

Selanjutnya, dia menjadi Kasubbag Perencanaan Bangunan Kemensetneg selama empat tahun, dari 2002-2006.

Kariernya di Kemensetneg semakin menanjak ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Bagian Bangunan Kemensetneg (2006-2013), Kepala Biro Umum Kemensetneg (2013-2015), dan Asisten Deputi Hubungan Lembaga Negara dan Daerah Kemensetneg (2015-2018). Setelah itu, dia pun menjabat sebagai Sekjen DPR sejak 2018 hingga sekarang.

Sementara itu, dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Indra Iskandar tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai Rp7.572.669.312 atau Rp7,5 miliar. Nilai tersebut sesuai laporan periode 2022 yang dilaporkan pada 30 Maret 2023 lalu.   

Mayoritas hartanya berasal dari tanah dan bangunan yang berada di Bogor dan Jakarta Selatan. Adapun total nilai tanah dan bangunan tersebut tercatat sebesar Rp6,5 miliar.

Indra juga tercatat memiliki alat transportasi berupa mobil merek Jeep Wrangler produksi tahun 2012 senilai Rp400 juta. Dia juga tercatat memiliki kekayaan dari harta bergerak sebesar Rp225 juta, surat berharga Rp667 juta, serta kas dan setara kas sejumlah Rp180 juta.◼︎

Pos terkait