BEM Unair Dorong Petisi Setop MBG

Program Makan Bergizi Gratis - Dok. IG/BGN
Petisi BEM Unair untuk menghentikan sementara MBG menguat setelah kasus hukum di BGN memicu gelombang kritik publik.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga mendesak pemerintah menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis. Seruan itu disampaikan melalui petisi daring yang hingga Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, mengumpulkan 26.727 tanda tangan terverifikasi.

Presiden BEM Unair Rizqi Senja mengatakan, desakan itu muncul setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana ditahan Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026, dan kantor BGN digeledah penyidik Jampidsus. BEM Unair menilai peristiwa itu memperkuat keraguan terhadap tata kelola MBG.

Bacaan Lainnya

“BEM Unair ingin memberikan ultimatum kepada pemerintah bahwa memang MBG ini bermasalah, sehingga ya sudah kita bikin petisi untuk menghentikan MBG,” kata Rizqi Senja, Presiden BEM Unair, Senin, 8 Juni 2026.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BEM UNAIR (@bem_unair)

Sorotan Mengarah ke Tata Kelola

BEM Unair menyebut MBG tidak hanya menghadapi persoalan hukum di tingkat pusat, tetapi juga masalah pelaksanaan di lapangan. Mereka menyoroti keamanan pangan, penggunaan anggaran besar, dugaan penggelembungan harga, serta pengadaan barang dan jasa yang dinilai tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan gizi anak.

Dalam keterangan petisi, BEM Unair juga menyinggung kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG. Kritik serupa pernah disampaikan akademisi UGM, yang menilai target produksi sekitar 3.000 porsi per SPPG per hari berisiko melampaui kapasitas dapur yang baru dibentuk.

BGN sebelumnya menyatakan ingin memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi pada 2026 agar mutu gizi serta keamanan pangan penerima manfaat lebih terjaga. Namun, BEM Unair menilai langkah itu belum cukup selama proses hukum dan audit belum selesai.

Dorong Fokus ke Daerah 3T

Meski mendesak penghentian sementara, BEM Unair tetap menawarkan opsi bila pemerintah bersikeras melanjutkan MBG. Mereka meminta program itu difokuskan lebih dulu ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang dinilai lebih membutuhkan intervensi gizi negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan