Modus penipuan berkedok jasa kirim masih memburu konsumen yang sedang menunggu paket. Pakar keamanan meminta publik tidak panik dan selalu memeriksa info lewat saluran resmi.
Data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, melalui IASC, menunjukkan ancaman penipuan digital belum surut. Hingga 31 Maret 2026, IASC menerima 515.345 laporan scam, dengan total dana korban yang sudah diblokir mencapai Rp585,4 miliar.
Dalam rilis resmi sebelumnya, OJK juga mencatat total kerugian korban yang dilaporkan ke IASC telah menyentuh Rp9 triliun hingga 28 Desember 2025. Angka itu menunjukkan skala ancaman yang terus membesar di ruang transaksi digital.
Modus yang Menjebak Saat Menunggu Paket
Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan kondisi psikologis konsumen yang sedang menanti kiriman. Mereka mengirim pesan berisi tautan pelacakan, resi palsu, atau file APK berkedok dokumen pengiriman dengan nada mendesak agar korban segera bereaksi.
“Saat menerima pesan terkait pengiriman paket, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik atau terburu-buru mengikuti instruksi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau saluran resmi,” kata Pratama Persadha, Chairman CISSReC, Jumat (17/4/2026).
Sebagai bagian dari edukasi konsumen, Lazada memperkenalkan SATSET, singkatan dari Sadar, Teliti, Segera Tolak. Kampanye ini menekankan agar konsumen tidak menyerahkan data sensitif seperti OTP, kata sandi, nomor rekening, atau detail kartu kredit kepada pihak yang mengaku kurir maupun petugas platform.
Sadar, Teliti, Segera Tolak
Pada tahap sadar, konsumen diminta mengenali modus mencurigakan, termasuk refund palsu yang meminta korban memindai QRIS atau mentransfer uang ke rekening pribadi. Pada tahap teliti, status pesanan harus dicek langsung di aplikasi resmi, bukan lewat chat dari nomor asing.
Tahap terakhir ialah segera tolak. Konsumen diminta mengabaikan pesan mencurigakan, memblokir nomor pengirim, dan tidak mengeklik tautan atau mengunduh file tak dikenal. “Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah hak mutlak dalam bertransaksi online,” kata Intan Eugenia, Head of Customer Experience Lazada Indonesia, 17 April 2026.***




