Sunan Kalijaga (2): Wali Kreatif yang Mewariskan Tradisi Muslim di Tanah Jawa

Peranan besar Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga, dalam mereformasi pertunjukan wayang—mulai dari bentuknya, perangkat gamelan pengiringnya, serta tembang-tembang dan suluknya—terus dipelihara sampai saat ini dan memiliki sumbangan besar dalam pengembangan kesenian dan kebudayaan Nusantara.

Menurut sejarawan NU Agus Sunyoto, di antara Wali Songo, Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang paling luas cakupan bidang dakwahnya dan paling besar pengaruhnya di kalangan masyarakat. Sebab, selain berdakwah dengan cara berkeliling sebagai dalang, menggubah tembang, tukang dongeng keliling, penari topeng, desainer pakaian, perancang alat-alat pertanian, penasihat sultan dan pelindung rohani kepala daerah, Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai guru rohani yang mengajarkan tarekat Syathariyah dari Sunan Bonang, sekaligus tarekat Akmaliyah dari Syekh Siti Jenar. Sampai saat ini ajaran-ajaran tersebut masih diamalkan oleh para pengikutnya di berbagai tempat di Nusantara.

Pelajaran tarekat dalam bentuk laku rohani—yang dalam istilah Islam disebut mujahadah, muraqabah, dan musyahadah—disampaikan secara arif oleh Sunan Kalijaga, baik secara tertutup (sirri) maupun terbuka. Pelajaran tertutup diberikan kepada murid-murid rohaninya, sebagaimana layaknya proses pembelajaran sebuah tarekat. Sementara pelajaran terbuka dilakukan melalui pembabaran kisah-kisah simbolik dalam pergelaran wayang, yang menjadi pesona tersendiri bagai masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Primbon milik K.H.R. Mohammad Adnan, sebagaimana Sunan Bonang yang menyempurnakan ricikan gamelan dan menggubah irama gending, Sunan Kalijaga menciptakan lagu sekar ageng dan sekar alit, serta menyempurnakan irama gending sebagaimana dikerjakan oleh Sunan Bonang.

Di antara tembang-tembang gubahan Sunan Kalijaga yang termasyhur dan paling banyak dihafal oleh masyarakat Jawa adalah Kidung Rumeksa ing wengi, yang terdiri dari 46 bait, ditulis pada sebuah lontar dengan aksara Jawa-Kawi.

Menuru sejarawan NU Aguk Irawan, Sunan Kalijaga menciptakan Suluk atau Kidung Rumekso sebagai bentuk apresiatif sekaligus mengkristalkan ajaran-ajaran sufi besar Abbdul Karim al-Jilli (1365-1421 M) dalam kitab Insan al-Kamil. Sebab, jika kita membaca dan membandingkan secara tuntas keduanya, ditemukan kesamaan istilah dan simbol-simbol spiritual dalam Kidung Rumekso dengan Insan al-Kamil.

Tembang gubahan Sunan Kalijaga lainnya, yang juga sederhana tetapi memuat ajaran spiritual dan banyak dihafal masyarakat Jawa, adalah tembang Ilir-ilir. Sunan Kalijaga menciptakan tembang ini pada abad 15-16 M. Liriknya mengandung nilai luhur, moral, budi pekerti sesuai syariat Islam.

Syair Lir-Ilir menggunakan bahasa Jawa yang terdiri dari empat bait dengan tiga sampai empat baris di setiap baitnya. Masing-masing baris mengandung pesan yang mendalam berkaitan dengan nilai-nilai yang diperlukan untuk menciptakan susunan masyarakat yang baik dan bermartabat.

Lagu Lir-Ilir diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk memberikan rasa optimistis kepada seseorang yang sedang melakukan amal kebaikan, dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa amal itu berguna di hari akhir nanti. Beberapa syair lain yang juga diyakini berasal dari Sunan Kalijaga antara lain Gundul-Gundul Pacul dan E Dayohe Teko.

Tradisi gunungan atau tumpeng, yang kemudian dilestarikan oleh Kerajaan Mataram Islam, dan masih dilestarikan sampai sekarang, juga merupakan warisan Sunan Kalijaga. Gunungan menjadi acara pamungkas dalam berbagai perhelatan.

Setelah menyantap makanan, dalam gunungan itu terdapat tradisi mencuci tangan dengan tiga jenis tempat pencucian. Tempat pencucian pertama berisi bunga mawar; kedua, bunga kenanga; ketiga, bunga kanthil. Ketiga tempat pencucian dengan tiga jenis bungan ini mengandung filosofi yang dalam, yaitu bahwa dalam kehidupan yang berwarna-warni (mawarni-warna atau mawar) dengan hiruk-pikuknya, dan manusia bebas dan bisa berbuat apapun (kena ngene-kena ngono atau kenanga), hatinya harus tetap melekat (kanthil) kepada Yang Satu dan Esa, yaitu Allah Swt.

Pos terkait