Pemerintah Kota Surabaya berencana memasukkan Surabaya Wedding Festival ke dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya tahun depan. Industri pernikahan dinilai punya efek pengganda ekonomi yang besar.
Pemerintah Kota Surabaya mendukung penuh gelaran Surabaya Wedding Festival 2026. Pameran pernikahan garapan Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia bersama Dyandra Convention Center Surabaya ini berlangsung hingga Minggu (21/6/2026).
Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin menyampaikan, industri pernikahan memiliki multiplier effect luar biasa bagi perputaran ekonomi di Kota Pahlawan.
“Industri pernikahan ini bukan sekadar tentang merayakan kebahagiaan, tetapi yang terpenting adalah menggerakkan ekonomi. Ada ratusan bahkan ribuan pekerja yang menggantungkan hidupnya dari satu event pernikahan,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Melihat potensi besar itu, Pemkot Surabaya berencana menaikkan skala event ini di tahun depan. “Pemkot berencana memasukkan SWF ke dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Surabaya tahun depan,” terang Anna.
Tantangan Industri di Tengah Penurunan Angka Nikah
Mengusung tema “A Curated Journey to Your Ever After”, SWF 2026 dirancang membantu calon pengantin menemukan vendor dan layanan terbaik. Pengunjung diajak menikmati eksplorasi yang terarah, personal, dan inspiratif.
Ketua Umum ASPEDI Sumitro mengungkapkan, dukungan Pemkot sangat diperlukan lantaran adanya tantangan berat. Selain vendor baru semakin menjamur, grafik angka pernikahan di masyarakat justru sedang menurun.
“Begitu angka pernikahan turun, dampaknya langsung terasa ke ekosistem industri,” ungkap Sumitro.
Melalui SWF 2026, ASPEDI berkomitmen mengurasi vendor-vendor pilihan agar target pengunjung lebih tersegmentasi dan potensial. Pihaknya juga menyelipkan misi edukasi agar masyarakat tidak melupakan esensi tradisi.
“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang menikah tidak melupakan budaya. Kami ingin budaya lokal tetap lestari di dalam setiap kegiatan pernikahan,” tandasnya.***





