Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan, Dispendik Surabaya Sediakan 26 Titik Belajar Paket

Dispendik Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati. (Dinkominfo Surabaya)

Pemkot Surabaya menyediakan 26 lokasi pendidikan kesetaraan melalui KRISNA dan PKBM untuk layanan Paket A, B, dan C bagi warga segala usia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan 26 lokasi belajar bagi masyarakat yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan. Puluhan lokasi tersebut terdiri atas sembilan lokasi Program KRISNA (Kesetaraan Hadir untuk Masyarakat) serta 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, sembilan lokasi KRISNA memanfaatkan fasilitas yang dekat dengan masyarakat, seperti aula kecamatan dan Balai RW. “Jadi kita punya sembilan lokasi KRISNA yang bertempat di aula kecamatan, Balai RW, bisa juga di lokasi-lokasi lain yang memang bisa dipakai untuk sarana belajar,” ujar Febri, dikutip Rabu (12/8/2026).

Selain sembilan lokasi KRISNA, Febri menyebutkan terdapat 17 PKBM yang turut menjadi bagian dari layanan pendidikan nonformal yang dapat diakses masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kita juga punya 17 PKBM. Jadi 17 sama sembilan (KRISNA) itu ada 26 lokasi belajar, dimana kejar paket A setara SD, kejar paket B setara SMP, dan kejar paket C setara SMA. Itu belajar di area itu dengan segala kemudahan tentunya,” kata dia.

Menurut Febri, penyediaan lokasi belajar tersebut merupakan upaya Pemkot Surabaya untuk mendekatkan akses pendidikan kepada warga yang belum menuntaskan pendidikan formal. “Karena pendidikan adalah hak semua orang. Artinya pemerintah, negara, harus hadir dalam semua elemen usia,” katanya.

Ia menuturkan, layanan pendidikan kesetaraan juga dapat dibuka di wilayah yang belum memiliki kelas apabila terdapat kebutuhan masyarakat. Dispendik Surabaya dapat menyesuaikan lokasi pembelajaran berdasarkan kondisi di lapangan.

“Kalau di titik tertentu banyak masyarakat yang misal belum punya ijazah SMP, kami bisa langsung open class di situ. Dan memang tugas kita menyelesaikan pendidikan masyarakat itu secara paripurna, meskipun harus melalui jalur nonformal,” terang dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan