Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan, Dispendik Surabaya Sediakan 26 Titik Belajar Paket

Dispendik Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati. (Dinkominfo Surabaya)

Selain melalui KRISNA, masyarakat dapat mengikuti pendidikan kesetaraan melalui PKBM yang pengelolaannya berbasis masyarakat. Bahkan, Surabaya juga memiliki Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan nonformal.

“Masyarakat juga bisa melakukan pengelolaan PKBM, karena berbasis masyarakat sebetulnya. Nah, kalau di wilayah-wilayah ternyata belum ada yang ke akses itu, nanti bisa ke kelurahan atau ke kami. Jadi sifatnya memang open,” ujar dia.

Febri menjelaskan, program KRISNA menyasar warga yang telah melewati usia pendidikan formal tetapi belum menyelesaikan jenjang pendidikannya. Pendidikan kesetaraan menjadi alternatif bagi mereka yang sebelumnya terkendala melanjutkan sekolah.

Bacaan Lainnya

“Jadi kejar paket atau pendidikan nonformal itu bisa diakses tidak pandang usia. Artinya kalau kita ngomong SD-SMP itu terbatas usianya. Nah bagaimana kalau yang belum kesempatan untuk menyelesaikan penuntasan itu maka bisa datang ke kejar paket,” paparnya.

Warga yang belum menyelesaikan pendidikan karena kondisi tertentu juga dapat memperoleh pendampingan dari Dispendik Surabaya untuk menentukan jenjang pendidikan yang sesuai. “Mungkin ada something how di masa lampau sehingga pendidikannya enggak selesai, nanti bisa mengakses ke kami. Kita bisa bantu untuk menuntaskan itu,” jelas dia.

Menurut Febri, fleksibilitas waktu menjadi salah satu keunggulan pendidikan nonformal, terutama bagi warga yang telah bekerja dan tidak dapat mengikuti pola pendidikan formal. “Misal usianya sudah 25 tapi selesai cuma sampai SMP, mau SMA tapi terkendala waktu tidak bisa formal. Nah, itu ada fleksibilitas waktu yang memang bisa kita komunikasikan dengan para tutor kita,” terang dia.

Pendidikan kesetaraan melalui KRISNA tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pendidikan dan perolehan ijazah. Dispendik Surabaya juga membekali warga belajar dengan keterampilan melalui pembelajaran vokasi.

“Ada keterampilan yang kita sisipkan di situ. Pada saat nanti siswa atau warga belajar tadi sudah bisa menuntaskan maka ijazah kepegang keterampilan didapat,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan