Dokter spesialis dan pengamat kebijakan publik menyayangkan unggahan akun media sosial Nakesindo yang memicu perdebatan luas soal iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan dari potongan gaji pekerja.
Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyatakan pihaknya menyayangkan adanya pernyataan di ruang publik yang membandingkan kontribusi iuran dengan layanan kesehatan secara tidak tepat.
Sebelumnya, akun Nakesindo di Threads mengunggah pernyataan yang menyebut iuran peserta BPJS Kesehatan dari potongan gaji sebesar satu persen atau sekitar Rp50 ribu dari gaji Rp5 juta tergolong kecil dan membandingkannya dengan biaya makan di kafe.
Unggahan tersebut segera memantik kemarahan warganet di media sosial Threads dan X karena dinilai meremehkan peserta jaminan kesehatan. Kontroversi ini muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang sebelumnya melontarkan komentar nirempati kepada pasien.
Etika Komunikasi Tenaga Kesehatan
Terkait polemik tersebut, dokter gigi Mirza melalui akun pribadinya mempertanyakan ketepatan waktu serta pemilihan kalimat dalam utas yang dinilai membenturkan tenaga kesehatan dengan pasien. Selain itu, ia menilai tenaga medis seharusnya menjaga empati di tengah situasi publik yang sedang sensitif terhadap isu pelayanan kesehatan.
Selain itu, sejumlah warganet menyoroti bahwa sistem jaminan sosial mengandalkan prinsip gotong royong dan subsidi silang antarpeserta. Akun @4li_syahab menegaskan pandangan akun Nakesindo tidak mewakili suara mayoritas tenaga kesehatan di lapangan.
Prosedur dan Beban Iuran Peserta
Selain persoalan persentase iuran, warganet turut mempersoalkan klaim ihwal kecukupan dana jaminan kesehatan serta kerumitan prosedur rujukan yang harus dilalui pasien di fasilitas kesehatan. Sejumlah pihak mengingatkan besaran iuran dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga dalam satu kartu keluarga dan kelas perawatan yang dipilih.
Hingga berita ini ditulis, pengelola akun Nakesindo belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan kecaman yang membanjiri unggahan mereka di media sosial.





