Riset Nanyang Technological University mengungkap preferensi publik terhadap pesepak bola Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dipengaruhi ideologi politik, kebiasaan bermedia, serta harga diri.
Saifuddin Ahmed, Profesor Madya Nanyang Technological University (NTU) Singapura, memimpin riset tentang kaitan pandangan politik dengan preferensi masyarakat terhadap pesepak bola. Survei terhadap 10.000 responden di 26 negara menunjukkan kalangan liberal condong pada Lionel Messi.
Sementara kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai konservatif lebih memfavoritkan Cristiano Ronaldo. Tren ini tercatat sangat kuat di kalangan responden muda, tetapi melemah secara substansial pada kelompok usia yang lebih tua. Pilihan tersebut sangat dipengaruhi oleh citra publik pemain.
”Messi dan Ronaldo menampilkan citra publik yang sangat berbeda,” kata Saifuddin melalui keterangan resmi NTU, Rabu (22/7/2026). Ia menyebut Messi identik dengan citra tenang dan berorientasi pada tim. Adapun Ronaldo kerap mengekspresikan ambisi dan pencapaian individunya secara terbuka.
Faktor Media Sosial dan Harga Diri
Selain ideologi politik, tim peneliti juga menyoroti kebiasaan responden dalam mengonsumsi media. Penggemar yang sering mengakses platform video pendek seperti TikTok dan Instagram lebih cenderung menyukai Ronaldo. Hal ini sejalan dengan tingginya eksposur sang pemain di media sosial visual.
Ihwal profil psikologis, tingkat kepercayaan diri responden ternyata turut memengaruhi preferensi budaya ini. Responden dengan harga diri yang tinggi terbukti lebih memilih kapten tim nasional Portugal tersebut. Temuan NTU ini sejalan dengan penelitian psikologi tentang penegasan diri.
“Mereka yang memiliki harga diri lebih tinggi mungkin tertarik pada seseorang yang mewujudkan keunggulan, kepercayaan diri, dan prestasi,” ujar Saifuddin. Karakter menonjol tersebut, menurutnya, kerap dilihat oleh para responden tercermin dalam diri mereka sendiri.
Sebaran Geografis Penggemar
Dalam skala negara, Ronaldo dinilai lebih baik oleh responden di 11 wilayah, termasuk Singapura, kawasan Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Sebaliknya, Messi mendominasi preferensi responden di delapan negara seperti Argentina, Kanada, dan Amerika Serikat.
Tujuh negara sisanya yang dilibatkan dalam survei tersebut tidak menunjukkan perbedaan statistik yang dominan antara kedua pemain. Namun, Korea Selatan mencatat anomali dengan preferensi yang sangat kuat terhadap Messi dibandingkan negara-negara lain.
Kondisi tersebut dipicu oleh kekecewaan dan ketidakpuasan publik saat Ronaldo absen merumput dalam laga ekshibisi di Seoul pada 2019 lalu. Imbasnya, Korea Selatan menjadi satu-satunya negara di mana Ronaldo menerima peringkat rata-rata di bawah empat pada skala tujuh poin.
Adapun peneliti berencana memperdalam studi mengenai korelasi usia dengan ideologi politik di masa mendatang. “Hasilnya menunjukkan bahwa identitas politik mungkin terkait dengan preferensi budaya yang tampaknya tidak banyak berhubungan dengan politik,” jelas Saifuddin.***





