Gunung Semeru Erupsi, Wagub Jatim Imbau Warga Tak Panik

Gunung Semeru Erupsi
Wagub Jatim Emil Dardak. (Samudrafakta)

Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Wagub Jatim Emil Dardak menyebut aktivitas vulkaniknya masih stabil.

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Meski demikian Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan aktivitas Gunung Semeru masih dalam kondisi stabil. Ia pun meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi.

“Saya bahkan lihat di grup WA anak saya dikasih warning pakai masker, katanya masker juga sudah mulai habis. Kita tidak bisa melarang masyarakat beli masker, tapi yang penting jangan panik lah untuk mencadangkan masker, secukupnya saja,” ujar Emil, Senin (7/9/2026).

Emil mengatakan aktivitas Gunung Semeru terus dipantau secara intensif oleh tim Badan Geologi. Berdasarkan pemantauan, kondisi vulkanik Gunung Semeru belum menunjukkan eskalasi yang dinilai berbahaya.

Bacaan Lainnya

“Gunung Semeru ini memang sejak November 2025 ada aktivitas vulkanik yang terus dipantau oleh Badan Geologi, dan status kesiagaannya tidak berubah dari November 2025 sampai hari ini masih terjadi, tapi stabil,” jelasnya.

Saat ini, kawasan yang menjadi fokus pembatasan berada di sekitar kawah atau puncak gunung.

“Fokusnya yang ada pembatasan adalah di sekitar kawah. Bukan berarti kita lengah atau meremehkan, cuma ini fakta untuk diketahui masyarakat,” tandas Emil.

Aktivitas erupsi Semeru pada Minggu pagi terjadi sekitar pukul 07.51 WIB. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lebih lanjut, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan