Sunan Kalijaga (1): Mantan Begal yang Menjadi Guru Suci Orang Jawa

Dewasa ini, di daerah pedalaman Jawa, keberadaan Sunan Kalijaga menjadi kiblat panutan dari masyarakat Muslim tradisional yang memuliakan tidak saja makamnya, tetapi juga warisan nilai-nilai seni budaya dan ajaran rohani atau tarekat yang diwariskannya.

Sunan Kalijaga digambarkan sebagai wali berusia lanjut dan mengalami banyak perubahan zaman, sejak era Majapahit akhir, Kerajaan Demak, Pajang, hingga masa awal Mataram. Dia juga dianggap sebagai pelindung Kerajaan Mataram. Salah satu Putra Sunan Kalijaga, yang bernama Sunan Adi, dipercaya menjadi penasihat rohani penguasa Mataram awal Panembahan Senapati.

Tidak ada satu pun catatan naskah historiografi yang memastikan kapan Sunan Kalijaga wafat. Yang pasti, wali masyhur ini dikebumikan di Kadilangu, sekitar 3 kilometer dari Masjid Agung Demak. Makamnya berada di kompleks pemakaman dengan dinding melingkari area kompleks.

Bacaan Lainnya
Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak. (dok.)

Seperti makam Wali Songo umumnya, makam Sunan Kalijaga berada di dalam bangunan tungkup berdinding tembok, dengan hiasan dinding terbuat dari kayu berukir. Makam ini selalu ramai dipadati peziarah, terutama pada malam Jumat Pon, Pahing, dan Kliwon, ketika pintu tungkup dibuka.

Makam ini juga dibanjiri peziarah pada tanggal 10 Dzulhijjah menjelang Idul Adha, ketika berlangsung upacara penjamasan pusaka Kelambi Kiai Gondil dan Kiai Onto Kusumo, Keris Kiai Crubuk dan Kiai Sirikan.[—bersambung]

(Wijdan | Diolah dari Berbagai Sumber)

Pos terkait