Soedirman, Jenderal Romantis yang Masih Sempat Urus Bedak dan Baju Istri di Tengah Persiapan Tugas

Jenderal Soedirman dan istrinya, Alfiah. (Dok. Istimewa)

Kutipan di atas menggambarkan bagaimana Soedirman dan istrinya, Alfiah, saling berbagi peran dalam rumah tangga sesuai kodrat masing-masing.

Cinta Soedirman-Alfiah mulai tumbuh sejak sama-sama sekolah di Wiworo Tomo, saat Soedirman menjadi sekretaris himpunan siswa, dan Alfiah bendaharanya.

Bagi Jenderal Soedirman, di antara hal-hal penting dalam pertemuan laki-laki dan perempuan dalam membangun institusi keluarga, yang paling utama adalah menciptakan ketenangan dan ketentraman, menutupi rahasia, dan menjaga diri dengan bagian dan perannya masing-masing.

Bacaan Lainnya

Keteguhan dan kekerasan hati seorang Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam membela bangsa dan negaranya kian mengkristal menjadi sikap hidup, karena di belakangnya ada seorang perempuan yang sabar dan telaten.

Dukungan istri itulah yang menjadi ‘booster’ Jenderal Soedirman untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia seratus persen dengan segala cara, termasuk dengan menempuh perang gerilya—sebuah strategi yang membuatnya diingat sebagai salah satu sosok paling berjasa bagi Indonesia.*

Pos terkait